Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Kupang Raya, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandarlampung, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan yang dihadiri puluhan warga dari berbagai lapisan masyarakat itu menghadirkan akademisi Universitas Bandar Lampung, Anggalana sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Anggalana menyoroti pentingnya membangun solidaritas dan kepedulian sosial sebagai fondasi menghadapi tantangan zaman.
“Persatuan tidak boleh hanya menjadi slogan. Ia harus terasa dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan sosial yang cepat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, era digital membawa peluang sekaligus ancaman, terutama dalam penyebaran informasi yang belum tentu benar. Karena itu, masyarakat perlu membangun literasi digital dan memperkuat nilai kebersamaan.
“Kita tidak boleh mudah terpecah hanya karena perbedaan pilihan atau informasi yang belum tentu benar. Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini,” tegas Anggalana.
Sementara itu, Anggota DPRD Lampung dapil Bandarlampung Budiman AS mengajak para warga untuk memperkuat budaya gotong royong sebagai benteng menghadapi individualisme yang kian menguat.
“Ketahanan sosial dimulai dari lingkungan terdekat. Jika masyarakat saling peduli, maka tantangan apa pun bisa kita hadapi bersama,” tambahnya.
Anggota Komisi I DPRD Lampung sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandar Lampung itu juga menilai, pudarnya nilai Pancasila bukan sekadar isu abstrak, melainkan persoalan nyata yang dampaknya sudah terasa di tengah masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menanamkan kembali Pancasila mulai dari lingkungan terkecil.(*)
