Menanggapi situasi itu, Ketua Pandawa Provinsi Lampung Muhamad Hatta dan Panglima GML Indonesia Lampung Arif Gunawan kompak angkat suara. Keduanya mendukung Munas digelar di Lampung, tapi dengan satu syarat mutlak: jaga kondusifitas.
Muhamad Hatta menegaskan dukungannya untuk Munas HIPMI di Bumi Lampung. Namun ia berpesan keras kepada seluruh caketum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mendukung Munas HIPMI di Bandar Lampung, silahkan saja asalkan jangan membuat gaduh di Bumi Lampung ini,” ujar Hatta.
Ia meminta semua pihak menjunjung tinggi kearifan lokal. “Serta junjung tinggi kearifan lokal dan jangan mengotori Bumi Lampung,” tegasnya.
Senada dengan Pandawa, Panglima GML Provinsi Lampung Arif Gunawan menyatakan kesiapan ormasnya mengawal keamanan selama Munas berlangsung.
“Saya dan rekan-rekan mendukung acara Munas HIPMI di Kota Bandar Lampung dan kami siap menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Bandar Lampung selama Munas berlangsung,” kata Arif.
Pesan Arif lebih tegas. Ia menyebut akan menghimpun seluruh pasukan ormas di Lampung untuk bergerak jika ada oknum yang coba membuat kerusuhan.
“Kami akan bertindak tegas apabila ada oknum yang berpotensi membuat kegaduhan masyarakat Lampung selama acara berlangsung,” ujarnya.
Arif menutup pernyataannya dengan kalimat keras. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan premanisme di Lampung.
“Ini Bumi Lampung,Jangan sok jago mengatasnamakan preman, Jangan bikin gaduh di bumi Lampung,” tutur Bang Gun, sapaan akrabnya.
Munas HIPMI diharapkan jadi ajang adu gagasan pengusaha muda, bukan adu massa. Tegasnya, Lampung welcome investor dan acara nasional, asal tetap adem dan tertib. (Rfk)
