Pesta Rakyat Meriah, tapi Warga Lampung Timur Tanya: Kapan Jalan Diperbaiki dan Siltap Dibayar?

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 15:26 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aditya Pratama Putra, S.H.   |   Bantuan Hukum dan Advokasi Karang Taruna Kecamatan Sekampung   |   Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR — Kebijakan anggaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mendapat sorotan serius. Di saat gelaran konser musik peringatan hari jadi kabupaten berlangsung meriah selama 10 hari berturut-turut, ratusan aparatur desa di wilayah itu dilaporkan belum menerima penghasilan tetap (Siltap) bulan Maret, sementara kondisi infrastruktur jalan di pelosok desa masih memprihatinkan.

Aditya Pratama Putra, S.H., dari Bantuan Hukum dan Advokasi Karang Taruna Kecamatan Sekampung, menyoroti kontradiksi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah gagal menempatkan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas utama ketika anggaran seremonial digelontorkan sementara kewajiban mendasar justru tertunggak.

“Kami heran, acara konser bisa digelar meriah selama 10 hari berturut-turut, tapi perbaikan jalan yang sudah rusak bertahun-tahun seolah dikesampingkan. Padahal, jalan adalah urat nadi perekonomian kami. Seharusnya pastikan dulu akses jalan merata sampai ke pelosok desa,” ujar Aditya kepada awak media.

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik di Kabupaten Lampung Timur, kondisi akses jalan di pelosok desa masih jauh dari layak. Banyak ruas jalan berlubang yang membahayakan keselamatan pengendara. Tidak sedikit pula ruas yang masih berbatu dan belum tersentuh aspal.

Ironisnya, warga setempat terpaksa melakukan kerja bakti swadaya untuk merenovasi gorong-gorong di jalan kabupaten yang menjadi penghubung vital antar dusun. Kondisi ini mengindikasikan bahwa alokasi anggaran pemeliharaan infrastruktur belum menjangkau seluruh wilayah secara merata.

Selain persoalan infrastruktur, isu keterlambatan penyaluran Siltap aparatur desa juga menjadi perhatian serius. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah aparatur desa di Lampung Timur dilaporkan belum menerima hak mereka untuk bulan Maret. Aparatur desa merupakan ujung tombak pelayanan publik di tingkat paling bawah, namun hak finansial mereka justru terbengkalai.

Kondisi ini dinilai paradoks: mereka dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sementara hak dasar mereka sendiri belum dipenuhi oleh pemerintah kabupaten. Di sisi lain, anggaran untuk kegiatan seremonial seperti pesta rakyat 10 hari tersebut tampak tidak mengalami hambatan penyaluran.

“Pesta rakyat memang penting untuk hiburan, tetapi tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban dasar kepada aparatur dan pemeliharaan infrastruktur yang menyangkut keselamatan serta hajat hidup orang banyak,” tambah Aditya.

Kondisi ini memicu desakan publik agar Pemerintah Kabupaten Lampung Timur segera mengevaluasi skala prioritas penggunaan anggaran daerah. Penggunaan dana publik dinilai harus lebih peka terhadap kebutuhan dasar masyarakat, baik berupa pemeliharaan infrastruktur maupun pemenuhan hak aparatur, dibandingkan kegiatan yang bersifat seremonial.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur belum memberikan pernyataan resmi mengenai jadwal pasti penyaluran Siltap aparatur desa secara menyeluruh, maupun rencana konkret terkait perbaikan jalan rusak yang dikeluhkan warga. Konfirmasi telah diupayakan namun belum mendapat respons.

Berita Terkait

Wagub Jihan Dorong IPM Lampung Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RSUD KH M Tohir Di Kabupaten Pesisir Barat
Sambut Munas HIPMI, ARMADA Ajak Seluruh Elemen Lampung Jaga Keamanan dan Kondusivitas
Percepat Realisasi Industri Bioetanol di Lampung, Gubernur Lampung Dampingi Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu Tinjau Calon Lokasi Pabrik Bioetanol di Tegineneng, Pesawaran
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dicanangkan, Wagub Jihan NurlelaBerharap Jadi Instrumen Strategis Data Ekonomi yang Akurat, Mutakhir, dan Komprehensif dalam Mendukung Perencanaan Pembangunan Daerah yang Tepat Sasaran
Wagub Jihan Terima Kunjungan Kontingen Daerah yang akan Mengikuti Jamnas Pramuka XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur pada 13–21 Agustus 2026
Dukung Munas HIPMI di Lampung, Pandawa dan GML Minta Jaga Kondusifitas – “Respon Isu Kehadiran Masa Liar”
Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Wagub Jihan Dorong IPM Lampung Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:43 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RSUD KH M Tohir Di Kabupaten Pesisir Barat

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:35 WIB

Percepat Realisasi Industri Bioetanol di Lampung, Gubernur Lampung Dampingi Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu Tinjau Calon Lokasi Pabrik Bioetanol di Tegineneng, Pesawaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:28 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dicanangkan, Wagub Jihan NurlelaBerharap Jadi Instrumen Strategis Data Ekonomi yang Akurat, Mutakhir, dan Komprehensif dalam Mendukung Perencanaan Pembangunan Daerah yang Tepat Sasaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:43 WIB

Dukung Munas HIPMI di Lampung, Pandawa dan GML Minta Jaga Kondusifitas – “Respon Isu Kehadiran Masa Liar”

Senin, 8 Juni 2026 - 15:04 WIB

Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 8 Juni 2026 - 09:29 WIB

“Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah” Kadisdikbud Kawal Langsung 79 Siswa SMA Siger ke Sekolah Baru

Senin, 8 Juni 2026 - 08:04 WIB

Laskar Lampung Minta Peserta Munas HIPMI Jaga Kondusifitas, Oknum Provokator Diingatkan Putar Arah

Berita Terbaru

Exit mobile version