Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu: Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Laskar Lampung, Panji Padang Ratu, S.H., melontarkan kritik keras terhadap keberadaan PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN 7) Unit Kerja Kelapa Sawit (UKKS) Padangratu, Lampung Tengah. Ia menilai, selama puluhan tahun mengelola lahan di wilayah tersebut, perusahaan milik negara itu gagal menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat lokal.

“Ini bukan soal pendek atau panjangnya waktu. Ini soal keadilan. Puluhan tahun PTPN menguasai tanah di Padangratu, tapi masyarakat di sekitarnya tidak mendapatkan manfaat yang layak. Ini tidak bisa terus dibiarkan,” tegas Panji dalam pernyataan resminya, Minggu (5/4).

Sebagai putra asli Padangratu, Panji menyatakan bahwa keberadaan BUMN tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan korporasi semata, tetapi wajib menghadirkan dampak sosial yang nyata. Ia bahkan menilai terdapat kesenjangan serius antara aktivitas ekonomi perusahaan dengan kondisi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Lebih jauh, Panji secara tegas menyoroti ketertutupan informasi terkait perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) yang hingga kini dinilai tidak transparan dan minim pelibatan publik.

“Pertanyaannya sederhana: siapa yang diuntungkan dari perpanjangan HGU ini? Kenapa masyarakat yang terdampak langsung justru tidak tahu-menahu? Ini bukan sekadar kelalaian administratif, ini bentuk pengabaian terhadap hak publik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa isu HGU bukan persoalan teknis semata, melainkan menyangkut hak konstitusional masyarakat atas tanah dan ruang hidup. Karena itu, Panji mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk tidak menutup mata.

Baca juga:  Pelantikan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek, Semangat Baru Menuju Layanan Kesehatan Berkualitas

“Kalau tidak ada transparansi, maka patut diduga ada persoalan serius dalam tata kelola. Negara tidak boleh kalah oleh korporasi, apalagi ini BUMN yang seharusnya menjadi contoh,” katanya.

Di sisi lain, Panji menepis anggapan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap investasi. Ia justru menegaskan bahwa masyarakat Padangratu terbuka terhadap investasi, namun dengan syarat adanya tanggung jawab sosial yang nyata dan terukur.

“Kami tidak anti-investasi. Tapi investasi yang mengabaikan masyarakat adalah bentuk ketidakadilan. Jangan jadikan tanah kami hanya sebagai objek eksploitasi tanpa kontribusi yang jelas,” tegasnya.

Panji juga mengkritik pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai tidak berjalan efektif, bahkan cenderung tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Baca juga:  Haru! Rektor Beri Pesan Wisudawan Periode II 2025 “Ilmu Ini untuk Siapa ?”

“CSR jangan hanya jadi formalitas laporan tahunan. Masyarakat butuh program konkret: pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi. Kalau itu tidak ada, maka wajar publik mempertanyakan keberadaan perusahaan,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjut, Panji menyatakan bahwa Laskar Lampung akan menggalang konsolidasi masyarakat dan membuka opsi langkah hukum maupun aksi terbuka apabila tidak ada respons serius dari pihak perusahaan maupun pemerintah.

“Kami tidak akan diam. Jika suara masyarakat terus diabaikan, maka kami siap menempuh jalur hukum dan aksi kolektif. Ini soal harga diri dan hak masyarakat Padangratu,” pungkasnya. (Red)

Berita Terkait

Laskar Lampung dan PERBATI Lampung Gelar “Laskar Lampung Boxing Cup” Perebutkan Piala Gubernur 2026
PW GP Ansor Lampung Dukung Ketegasan Kapolda Tindak Pelaku Begal dan Curanmor
Polda Lampung dan KNPI Solid Berantas Judi Online dan BBM Ilegal
DPW APPSI Lampung Siapkan Bantuan Hukum Untuk Pedagang Pasar di 15 Kabupaten/Kota
Majelis Hakim PN Tanjungkarang Vonis Wahyudi dan Fadli 7 Bulan 20 Hari
Sinergi Putera Daerah: Lampung Preneur Hub Perkuat Basis Kebijakan Ekonomi Bersama Zulkifli Hasan
Pesta Rakyat Meriah, tapi Warga Lampung Timur Tanya: Kapan Jalan Diperbaiki dan Siltap Dibayar?
GRL Way Kanan Perkuat Pembinaan Atlet Muda Lewat KAKIMAL Cup 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:21 WIB

Tahta Tanpa Wingman: Tragedi Komedi Kepemimpinan di Kabupaten Way Kanan

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:38 WIB

Pelatihan Paralegal LBH Ansor Lampung Dinilai Langkah Strategis Pendidikan Hukum

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:57 WIB

Lelah Menunggu Pemerintah, Warga Triharjo Cor Jalan Swadaya untuk Kelima Kalinya

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:52 WIB

Broken Strings : Memahami Grooming Sebagai Kejahatan, Bukan Relasi Pribadi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:55 WIB

Pilkada Melalui DPRD: Kemunduran Demokrasi Yang Mengkhawatirkan, Hak Rakyat Mulai Dikebiri

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:11 WIB

Apresiasi Alumni terhadap Kepemimpinan Visioner Prof. Wan Jamaluddin di UIN Raden Intan Lampung

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:06 WIB

JALAN BARU GERAKAN RAKYAT : DARI KESADARAN OBJEK MENUJU KESADARAN SUBJEK

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:51 WIB

Efisiensi atau Pembajakan Mandat? Polemik Pilkada via DPRD

Berita Terbaru