Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, memimpin Tim II Safari Ramadhan untuk Kecamatan Lumbok Seminung dan Kecamatan Sukau yang dipusatkan di Masjid Jami Babussalam, Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Bambang Kusmanto, perwakilan Polres Lampung Barat, perwakilan Kodim 0422/LB, camat, para peratin, serta masyarakat setempat.
Melalui sambutannya, Wakil Bupati (Wabup) Lampung Barat, Mad Hasnurin, menyampaikan bahwa Safari Ramadhan merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang dilaksanakan setiap tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sejalan dengan program unggulan Pemkab Lampung Barat yakni peningkatan iman dan takwa.
“Safari Ramadhan ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga bagian dari upaya kita meningkatkan iman dan takwa serta mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat di seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Barat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pemkab Lampung Barat menyalurkan bantuan untuk pembangunan dan kelengkapan rumah ibadah berupa uang tunai Rp10 juta untuk Masjid Al-Ikhsan Pemangku Sumber Sari, Pekon Hanakau, serta Rp5 juta untuk Masjid Jami Babussalam Pekon Hanakau tahun anggaran 2026.
Selain itu, diberikan santunan kepada anak yatim/piatu dan lansia. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati kepada para penerima.
Di momen itu, tokoh masyarakat Pekon Hanakau, Mahmudin, menyampaikan aspirasi terkait kondisi akses jalan lintas dari pusat Kota Liwa menuju Kecamatan Sukau hingga Kecamatan Lumbok Seminung yang kondisinya rusak cukup parah.
“Ini pak, jalan kalau dari Pasar Liwa lewat Pekon Tanjung Raya, kemudian lewat Seranggas juga harus muter-muter,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat segera menangani persoalan tersebut.
“Mudah-mudahan ke depan jalur Hanakau Kecamatan Sukau sampai Kecamatan Lumbok Seminung dapat terealisasikan pembangunannya dan jalannya bisa kembali normal,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas pembangunan swadaya dan gotong royong yang dilakukan masyarakat sehingga jalan tersebut saat ini masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat meskipun terbatas.
“Pertama kita bersyukur atas adanya pembangunan swadaya yang dilakukan masyarakat atau gotong royong sehingga saat ini sudah bisa dilalui roda dua hingga roda empat walaupun masih terbatas,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Lampung Barat, termasuk seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung dan Indonesia, masih mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Perlu kami informasikan, dalam dua tahun terakhir ini ada pengurangan dana transfer dari pusat,” jeasnya.
“Di tahun 2026, pengurangan sebesar kurang lebih Rp169 miliar. Sehingga mohon dimaklumi jika pembangunan menjadi tersendat dan harus dilakukan secara bertahap,” tambahnya.
Menurut Mad Hasnurin, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memiliki komitmen membangun infrastruktur secara merata, namun keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kalau ada jalan rusak di mana-mana tentu sudah dipikirkan dan masuk dalam program pembangunan. Akan tetapi karena keterbatasan dana, pembangunannya dilakukan bertahap. Harapannya ke depan ada kucuran anggaran yang cukup besar dari pusat agar pembangunan bisa cepat terealisasi,” pungkasnya. (Aldi)








