CSR BI dan Korupsi Yang Tak Tersentuh!!!? TRIGA Kepung KPK, “Lampung Diminta Jadi Fokus Nasional”

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa yang tergabung dalam Triga Lampung, dikomandoi Dewan Pimpinan Pusat AKAR, DPP Pematank, dan DPP Keramat, menggelar aksi perlawanan terbuka di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa rutin, melainkan alarm keras atas dugaan korupsi besar yang dinilai dibiarkan membusuk tanpa keberanian penegakan hukum.

Di hadapan gedung lembaga antirasuah, Triga Lampung menyampaikan apresiasi atas serangkaian Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK di berbagai daerah, termasuk OTT terhadap Bupati Lampung Tengah. Namun pujian itu disertai kritik tajam. KPK dinilai tebang pilih dan masih enggan menyentuh kasus besar yang menyeret aktor-aktor politik nasional asal Lampung.
Satu kasus yang terus digedor Triga adalah dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility Bank Indonesia (CSR BI). Dana yang sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan publik itu diduga kuat telah diselewengkan oleh seluruh anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024 untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Baca juga:  Setelah Warga Lakukan Swadaya Pembuatan Jembatan Darurat, Plt Kadis PU Lambar Baru Muncul

Ketua DPP AKAR Lampung, Indra Mistain, dalam orasinya menyebut secara terang nama-nama politisi asal Lampung yang pernah duduk di Komisi XI. Ia menuntut agar Ella Siti Nuryamah, Marwan Cikasan, dan Junaidi Auli segera diperiksa.
“Ini uang rakyat Lampung. Bukan uang warisan politik. CSR BI didesain untuk kesejahteraan publik, bukan untuk memperkaya individu dan jejaring kekuasaan,” teriak Indra dari atas mobil komando.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Narasi itu dipertegas oleh Sudirman Dewa yang menyebut laporan resmi telah disampaikan sejak tahun 2025. Namun hingga memasuki 2026, tidak ada kejelasan arah penanganan. Triga mempertanyakan keberanian KPK dalam mengusut perkara yang menyentuh elit pusat.
“Kalau OTT bisa, kenapa penyelidikan CSR BI tidak bergerak? Apakah karena yang terlibat orang-orang berpengaruh?” ujar Sudirman di sela aksi.

Sorotan Triga tidak berhenti pada CSR BI. Aktivis Suadi Romli dengan nada lebih keras menyinggung dugaan kerugian negara dalam kasus PT Lampung Energi Berjaya yang bersumber dari dana Participating Interest (PI). Ia menyebut keterlibatan mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi belum tersentuh secara hukum, sementara penanganan oleh Kejaksaan Tinggi Lampung dinilai stagnan dan berpotensi “mandul”.

Baca juga:  Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung: Saatnya Wujudkan Ibu Kota Provinsi yang Lebih Tangguh dan Manusiawi

Indra kembali menajamkan tudingan dengan membeberkan kondisi korupsi struktural di Lampung. Dari 15 kabupaten/kota, menurutnya, hampir seluruhnya menyimpan persoalan serius—mulai dari BUMD, DPRD, hingga proyek strategis daerah. Temuan Fakta Triga, kata di lapangan serta berbagai pemberitaan media sosial, namun tidak pernah diangkat secara sistematis oleh penegak hukum daerah dan pusat, “Maka Dari itu kami meminta KPK agar menjadikan lampung prioritas pemberantasan korupsi tetutama kabupaten kota di Lamung”. Tegas Indra di depan Ratusan massa.

“Jangan sampai konferensi pers saat OTT hanya jadi tameng pemberantasan korupsi. Setelah itu senyap. Korupsi terus berkeliaran,” katanya lantang.

Baca juga:  Gubernur Lampung Prioritaskan Upaya Pemulihan Hutan Lindung Akibat Perambahan

Triga secara terbuka menuntut KPK menjadikan Lampung sebagai wilayah prioritas nasional dalam pemberantasan korupsi. Bahkan ancaman aksi rutin setiap bulan dilontarkan jika kasus CSR BI tak segera naik ke tahap penyelidikan dan penyidikan.

Aksi yang berlangsung berjam-jam dengan berbagai atribut teatrikal itu akhirnya ditutup dengan pertemuan perwakilan Triga dan pihak KPK. Dalam pertemuan tersebut, massa menyerahkan dokumen dan bukti yang diklaim mencakup dugaan korupsi CSR BI, persoalan Inhutani, dugaan mandeknya kasus DPRD Tanggamus, PT LEB, hingga sejumlah perkara lain yang selama ini tidak tersentuh.

Lampung kini berada di persimpangan. Di satu sisi, jeritan masyarakat sipil kian keras. Di sisi lain, keberanian negara untuk membongkar jejaring korupsi elite masih diuji. Publik menunggu, apakah KPK akan menjawab tekanan ini dengan tindakan, atau kembali membiarkan berkas-berkas itu menua di laci meja penyelidik. (Tim)

Berita Terkait

INFORMASI KEHILANGAN
DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung
Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan
Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu: Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa
Lukir Kursi Jabatan, Budhi Darmawan ke ESDM – Febrizal Levi ke PSDA
Temukan Kejanggalan – PKC PMII Lampung Desak Kejagung RI Ambil Alih Proses Hukum (AD) Mantan Gubernur Lampung
Jawab Keluhan Masyarakat, Gubernur Mirza Realisasikan 3 Paket Perbaikan Jalan di Way Kanan
Akibat Jalan Rusak Bertahun-tahun – Bupati Lambar Digunjing Warganet, “Dinasti Terancam Runtuh”
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:42 WIB

INFORMASI KEHILANGAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:47 WIB

DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung

Sabtu, 11 April 2026 - 06:43 WIB

Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan

Kamis, 9 April 2026 - 16:36 WIB

Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu: Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa

Kamis, 9 April 2026 - 03:04 WIB

Temukan Kejanggalan – PKC PMII Lampung Desak Kejagung RI Ambil Alih Proses Hukum (AD) Mantan Gubernur Lampung

Rabu, 8 April 2026 - 16:14 WIB

Jawab Keluhan Masyarakat, Gubernur Mirza Realisasikan 3 Paket Perbaikan Jalan di Way Kanan

Senin, 6 April 2026 - 06:27 WIB

Akibat Jalan Rusak Bertahun-tahun – Bupati Lambar Digunjing Warganet, “Dinasti Terancam Runtuh”

Sabtu, 4 April 2026 - 09:50 WIB

Triga Lampung Desak Kepastian Hukum PT PSMI, Petani Tebu Way Kanan Terancam Rugi Akibat Penundaan Panen

Berita Terbaru

BERITA

INFORMASI KEHILANGAN

Kamis, 16 Apr 2026 - 06:42 WIB

POLITIK

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Dinamika Politik

Senin, 13 Apr 2026 - 17:40 WIB