Peluncuran buku ini digelar oleh Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Larasan, Bali.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah, Dra. Lila Pelita Hati, M.Si. Tiga akademisi hadir sebagai pembahas, yakni Prof. Dr. Budi Agustono, M.S. dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Teuku Kemal Fasya dari Universitas Malikussaleh Aceh, serta Indah Wahyu Puji Utami, Ph.D. dari Universitas Negeri Malang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diskusi dipandu oleh dosen sejarah USU, Lestari Dara Cinta Utami Ginting, S.S., M.A.
Buku ini merupakan karya terbaru Hamid setelah sebelumnya sukses menerbitkan Makassar Mendunia pada tahun lalu melalui penerbit yang sama.
Buku tersebut sempat didiskusikan di sejumlah kampus besar di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Lulusan Program Doktor Ilmu Sejarah Universitas Indonesia ini kembali menyuguhkan buah pikirannya secara apik dalam buku ini yang menghadirkan berbagai pengalaman hidup berbangsa dan bernegara secara kritis.
Buku ini menjadi satu kontribusi penting Hamid dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam buku tersebut dibahas sejumlah tema, mulai dari perjuangan kaum muda, dinamika Pancasila, makna kemerdekaan, kepahlawanan, wacana kemaritiman, dinamika kebudayaan, hingga mozaik sejarah Indonesia.
Menurut Hamid, mempelajari sejarah tidak semata-mata berbicara tentang masa lalu, tetapi juga memiliki makna bagi kehidupan masa kini dan masa depan. Sejarah menyimpan pengalaman yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengarungi kehidupan, sebagaimana ungkapan “Historia magistra vitae” (Sejarah adalah Guru Kehidupan) dari Marcus Tullius Cicero (106-43 SM).
Melalui buku ini, pembaca diajak menyelami secara reflektif dan kritis berbagai pengalaman hidup bangsa dengan harapan menumbuhkan kesadaran, menyalakan inspirais, dan menyuburkan semangat kebangsaan.
“Tidak ada kejadian tanpa sebab di masa lalu. Karena itu sejarah menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan kita ke depan,” kata Hamid.
Inisiator peluncuran buku ini datang dari Guru Besar Sejarah Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Budi Agustono, MS., yang disambut baik oleh penulis buku dan Nakhoda Pustaka Larasan, Bung Slamat Trisila.
Kegiatan berlangsung lancar dan diikuti dosen, mahasiswa, serta pegiat sejarah dari berbagai universitas dan daerah di Indonesia.
