Komisi V menilai pola penerimaan siswa baru yang diterapkan tahun ini menunjukkan kemajuan, terutama dalam aspek keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo, mengatakan masyarakat kini dapat memantau perkembangan hasil seleksi secara langsung melalui sistem yang terintegrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa proses penerimaan peserta didik semakin transparan dan akuntabel.
Deni menyebut keterbukaan yang ditunjukkan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini patut diapresiasi. Selain hasil seleksi yang dapat diakses secara real time, pengumuman juga disampaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sehingga memberikan kepastian bagi calon peserta didik dan orang tua.
“Pelaksanaan SPMB tahun 2026 ini patut diapresiasi karena mengedepankan transparansi, ketepatan waktu pengumuman, dan hasilnya dapat dipantau secara real time oleh masyarakat,” kata Deni, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam membangun sistem penerimaan siswa yang lebih terbuka dan dapat diawasi publik.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah memiliki kesepahaman untuk menjalankan proses penerimaan sesuai regulasi yang berlaku. Kesepakatan tersebut menjadi landasan penting agar pelaksanaan SPMB berlangsung objektif dan terbebas dari berbagai bentuk intervensi.
“Semua pihak sudah memiliki komitmen bersama yang dituangkan dalam MoU. Karena itu pelaksanaan SPMB berjalan tanpa intervensi dan masyarakat juga mendapatkan akses informasi yang terbuka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deni berharap pola yang diterapkan pada SPMB tahun ini dapat menjadi standar dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru pada tahun-tahun berikutnya.
Ia menilai sistem yang transparan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di Lampung.
Menurutnya, tata kelola pendidikan yang baik harus dimulai dari proses penerimaan peserta didik yang bersih dan berintegritas. Dengan demikian, upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berharap pola seperti ini terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga tujuan besar Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan IPM dapat tercapai,” katanya.
Pada kesempatan itu, Deni juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPMB 2026, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, tenaga pendidik, hingga masyarakat yang ikut mengawal jalannya proses seleksi.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis yang ditemukan selama pelaksanaan SPMB, seperti gangguan jaringan dan adanya peserta yang harus mengulang tes. Namun hal tersebut dinilainya sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem pada masa mendatang.
Secara keseluruhan, Deni menilai SPMB 2026 telah berjalan sesuai harapan. Ia optimistis sistem yang semakin terbuka dan profesional akan melahirkan generasi muda Lampung yang lebih kompetitif serta memiliki peluang lebih besar untuk menembus perguruan tinggi unggulan di Indonesia.
“Mudah-mudahan dari proses yang baik ini lahir anak-anak Lampung yang semakin cerdas, berkualitas, dan mampu bersaing untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” pungkasnya. (*)
