Gubernur Mirza Optimis Lampung Berkontribusi Dalam Program Presiden Prabowo Pada Sektor Swasembada Pangan Nasional

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal optimistis Lampung akan berkontribusi dalam mendukung swasembada pangan nasional seiring meningkatnya produksi pertanian di Lampung.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional secara virtual dari Kantor PDAM Pesawaran, Desa Kutoarjo, Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026).

Gubernur Mirza mengungkapkan, bahwa produksi padi Lampung tahun ini meningkat hampir 15 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, tahun ini produksi kita naik hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi 3 juta ton. Kami optimistis di 2026 produksi dapat naik lagi 15–20 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan produksi tersebut akan semakin diperkuat dengan implementasi pupuk organik cair yang ditargetkan merata pada 2026 dan diperkirakan mampu menambah produktivitas hingga 10 persen.

Selain padi, Gubernur Mirza juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong peningkatan produksi jagung serta memperkuat kerja sama antardaerah yang salah satunya melalui perjanjian kerja sama pertanian antara Lampung dan Jawa Tengah.

“Kita saling membutuhkan. Lampung memasok gula, sementara Jawa Tengah memasok cabai dan bawang. Ini bentuk sinergi menjaga stabilitas pangan nasional,” jelasnya.

Gubernur Mirza juga menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga lahan pertanian berkelanjutan

Baca juga:  Aksi di Pemkab dan Kejari Pringsewu, ALAK Desak APH Periksa Beberapa OPD Terindikasi Korupsi

Ia menegaskan bahwa seluruh bupati di Lampung telah diinstruksikan untuk menginventarisasi dan mendaftarkan lahan sawah berkelanjutan agar tidak beralih fungsi.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sendiri secara resmi mengumumkan capaian penting swasembada pangan nasional dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat.

Selain Gubernur Mirza, acara tersebut diikuti juga oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan serta jajaran pemerintah daerah Lampung dan Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian swasembada pangan merupakan tonggak strategis dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, kedaulatan sebuah bangsa tidak akan pernah utuh apabila kebutuhan pangan rakyatnya masih bergantung pada negara lain.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sejatinya adalah negara yang sangat kaya dan dianugerahi tanah yang subur.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain,” tegasnya.

Presiden Prabowo berpendapat bahwa pandemi Covid-19 menjadi pengalaman penting sekaligus peringatan keras bagi Indonesia tentang risiko ketergantungan pangan pada negara lain.

Baca juga:  Dugaan Pungutan Liar Dana PIP di SD Negeri 1 Enggalrejo Pringsewu Jadi Sorotan

“Waktu Covid, mandiri adalah warning, adalah peringatan, adalah lampu kuning bagi bangsa Indonesia. Jangan mau, jangan lengah, jangan tergantung bangsa lain,” ujarnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak lepas dari peran strategis petani Indonesia yang sejak awal berdirinya republik telah menjadi fondasi utama perjuangan bangsa.

“Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani. Para petanilah yang paling setia, yang paling loyal, dan yang paling merah putih di Republik Indonesia ini,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa penghormatan terhadap petani bukan sekadar simbolik, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang melindungi, menyejahterakan dan memperkuat sektor pertanian nasional.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa swasembada pangan adalah awal dari kemandirian nasional yang lebih luas, termasuk kemandirian energi dan ekonomi.

Ia menyebut potensi besar pertanian Indonesia yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sumber energi alternatif.

“Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain. Juga soal makan, tapi juga soal energi,” tegasnya.

Lebih jauh, Presiden Prabowo menyatakan kebanggaannya atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan petani, yang telah membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Baca juga:  Diskusi Publik Kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa - School of Kastrad Bahas Pemerataan Tenaga Kesehatan di Indonesia

“Saudara-saudara telah membuktikan bahwa Indonesia bisa,” pungkasnya.

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan nasional ditopang oleh kondisi stok dan kinerja sektor pertanian yang berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

“Stok kita 3,2 juta ton. Dulu Indonesia mendapat penghargaan FAO tahun 1984 dengan stok 2 juta ton. Kita sekarang pernah mencapai 4 juta ton dan akhir tahun ini berada di 3,2 juta ton,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa konsumsi sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) mencapai rekor tertinggi.

“Di sektor horeka mencapai 12 juta ton, naik 49 persen,” ujarnya.

Selain itu, kesejahteraan petani dan kinerja ekspor juga menunjukkan tren positif.

“Nilai Tukar Petani kita 125, tertinggi, dan ekspor naik 33 persen dengan nilai 158 triliun,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, Menteri Amran menegaskan tidak ada alasan bagi pelaku usaha menaikkan harga pangan, termasuk minyak goreng, mengingat Indonesia merupakan produsen terbesar dunia.

“Tidak ada alasan harga naik. Kalau naik, kami koordinasi Jam Pidsus, Pak Menhan, dan Pak Kapolri untuk mencabut izinnya daripada mengganggu 286 juta masyarakat kita,” tegasnya.

Berita Terkait

Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung Gelar Gerakan Bersih-Bersih Serentak di Pulau Pasaran
Sekdaprov Marindo Bakal Unjuk Skill di Turnamen Minisoccer dan Launching IJP FC
Ultimatum Laskar Lampung: Polda Jangan Main-Main, Kasus 387 Honorer Metro Diduga Kejahatan Terstruktur
Ketika Buku Menjadi Mimpi Terakhir: Tragedi YBR Membuka Tabir
Laksanakan Musrenbang Hybrid Parosil Mabsus Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan Menjadi Skala Perioritas 2027
Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lampung Barat Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden Prabowo
LP Penipuan Suami Anggota DPRD Lamsel Naik Penyidikan, Polisi Diminta Tetapkan Tersangka
Mobil Camat Sukau Terlibat Kecelakaan Pemotor Tewas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:12 WIB

Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung Gelar Gerakan Bersih-Bersih Serentak di Pulau Pasaran

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:51 WIB

Sekdaprov Marindo Bakal Unjuk Skill di Turnamen Minisoccer dan Launching IJP FC

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:57 WIB

Ultimatum Laskar Lampung: Polda Jangan Main-Main, Kasus 387 Honorer Metro Diduga Kejahatan Terstruktur

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:47 WIB

Ketika Buku Menjadi Mimpi Terakhir: Tragedi YBR Membuka Tabir

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:34 WIB

Laksanakan Musrenbang Hybrid Parosil Mabsus Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan Menjadi Skala Perioritas 2027

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:10 WIB

LP Penipuan Suami Anggota DPRD Lamsel Naik Penyidikan, Polisi Diminta Tetapkan Tersangka

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:44 WIB

Mobil Camat Sukau Terlibat Kecelakaan Pemotor Tewas

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:24 WIB

Bupati Lampung Barat Tegaskan Komitmen Lestarikan Seni Budaya di Era Digital

Berita Terbaru