Pilkada Lewat DPRD Adalah “Perampokan” Kedaulatan, Rakyat Wajib Boikot Partai Pendukungnya!

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Founder Antasari 150 C sekaligus tokoh aktivis, Rico Kiat Sanjaya, SH, mengeluarkan pernyataan perang terhadap wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke DPRD. Mantan Ketua Umum PC PMII Jakarta Pusat ini menyebut gagasan tersebut bukan sekadar kemunduran demokrasi, melainkan sebuah “perampokan hak rakyat” di siang bolong.

Rico, yang juga merupakan Founder Aktualisasi Syi’ar Kebangsaan (Asyikers), menegaskan bahwa upaya memindahkan kotak suara dari rakyat ke ruang-ruang gelap DPRD adalah pengkhianatan paling telanjang terhadap cita-cita Reformasi 1998.

“Demokrasi kita sedang coba dibegal oleh elit partai yang haus kuasa namun takut pada penilaian rakyat. Jika Pilkada ditarik ke DPRD, maka rakyat hanya akan menjadi penonton saat nasib daerahnya diperdagangkan di bawah meja. Ini adalah penghinaan terhadap akal sehat bangsa!” tegas Rico dalam rilis resminya, Kamis (08/01/2026).

Mosi Tidak Percaya: Jangan Pilih Lagi Partai “Pembegal” Demokrasi
Rico Kiat Sanjaya mengeluarkan seruan keras bagi masyarakat pemilih untuk memberikan sanksi sosial dan politik yang nyata. Ia meminta rakyat untuk tidak lagi memberikan suaranya kepada partai politik mana pun yang mendukung wacana tersebut.

Tandai dan Boikot: “Rakyat harus cerdas. Catat dan tandai partai mana saja yang setuju hak pilih kita dicabut. Pada Pemilu mendatang, jangan percaya dan jangan pilih kembali partai tersebut! Mereka tidak layak duduk di kursi kekuasaan jika mereka sendiri takut pada pilihan rakyat.”

Baca juga:  Pemprov Lampung Ikuti Rakor Kemendagri, Bahas Percepatan Pembangunan Rumah, Pelayanan Kesehatan Gratis dan Pengendalian Inflasi

Haramkan Suara untuk Anti-Demokrasi: “Partai yang mendukung Pilkada melalui DPRD adalah musuh kedaulatan. Mengharamkan suara untuk mereka adalah bentuk pertahanan diri rakyat agar tidak selamanya dijajah oleh kepentingan oligarki.”

Oligarki vs Kedaulatan Rakyat
Melalui perspektif Asyikers, Rico menyoroti bahwa kebijakan ini akan memutus mata rantai pertanggungjawaban pemimpin daerah kepada rakyatnya.

“Jika kepala daerah dipilih oleh segelintir anggota dewan, maka loyalitas mereka hanya kepada ketua partai, bukan kepada rakyat. Ini akan menyuburkan ‘politik dagang sapi’ dan korupsi berjamaah di daerah. Kita tidak boleh membiarkan demokrasi kita mati di tangan para calo politik,” lanjutnya.

Pernyataan Sikap Tegas
Sebagai Demisioner Ketua Umum PMII Jakarta Pusat yang terbiasa berada di garis depan perjuangan, Rico Kiat Sanjaya, SH menyatakan:

Baca juga:  Diiringi Do'a dan Senyum Manis Ibu Wagub, Bayi Terlantar itu Diberi Nama "Hana Aisyah Qaisarah"

Menolak Tanpa Kompromi: Segala bentuk upaya legislasi yang ingin mencabut hak pilih langsung rakyat dalam Pilkada.

Seruan Perlawanan: Mengajak seluruh elemen aktivis, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk bersatu melakukan mosi tidak percaya kepada partai politik pendukung Pilkada DPRD.

Sanksi Politik: Memastikan gerakan “Tanpa Suara untuk Partai Pembegal” masif dilakukan hingga ke akar rumput.

“Kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan di tangan elit fraksi. Jika mereka berani merampas hak pilih kita, maka kita harus berani menyingkirkan mereka dari panggung politik Indonesia selamanya!” tutup Rico dengan nada bicara yang lugas.

Berita Terkait

Hadiri Pelantikan BKOW, DPRD Lampung IKAD Tegaskan Dukung Penguatan Peran Perempuan
Anggota DPRD Lampung Andika Wibawa Akan Kawal 89.286 Peserta BPJS PBI 2026
Pesangon Rp480 Juta Tak Dibayarkan, Didampingi LBH Ansor Eks Karyawan Koperasi Kekar Mengadu ke DPRD Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Evaluasi Program MBG
Komisi IV DPRD Lampung Optimistis Target 85% Jalan Mantap Tercapai di 2026
DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung Gelar Fit and Proper Test Calon Ketua PAC
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk Capai Target PAD 2026
Wagub Jihan Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan kepada Kwarnas Pramuka, Wujud Keberlanjutan Kepedulian untuk Korban Bencana Sumatera
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:27 WIB

Hadiri Pelantikan BKOW, DPRD Lampung IKAD Tegaskan Dukung Penguatan Peran Perempuan

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:06 WIB

Anggota DPRD Lampung Andika Wibawa Akan Kawal 89.286 Peserta BPJS PBI 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:57 WIB

Pesangon Rp480 Juta Tak Dibayarkan, Didampingi LBH Ansor Eks Karyawan Koperasi Kekar Mengadu ke DPRD Lampung

Selasa, 20 Januari 2026 - 06:20 WIB

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Evaluasi Program MBG

Senin, 19 Januari 2026 - 14:19 WIB

Komisi IV DPRD Lampung Optimistis Target 85% Jalan Mantap Tercapai di 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 12:57 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk Capai Target PAD 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 12:22 WIB

Wagub Jihan Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan kepada Kwarnas Pramuka, Wujud Keberlanjutan Kepedulian untuk Korban Bencana Sumatera

Senin, 19 Januari 2026 - 12:17 WIB

DPRD Lampung Minta Kejelasan Pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru

BERITA

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Evaluasi Program MBG

Selasa, 20 Jan 2026 - 06:20 WIB