Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – UPT Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbis) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar kegiatan bertajuk “NEXT STEP: Kolaborasi Mahasiswa, Alumni, dan UMKM Menuju Profesional dan Wirausaha Tangguh di Era Society 5.0”.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Teater lantai 2 Gedung Academic and Research Center, Senin (10/11/2025).Acara dibuka oleh Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Safari, M.Sos.I.
Ia menyampaikan pentingnya mahasiswa memiliki keterampilan sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekarang ini dunia sedang menghadapi krisis ekonomi. Yang bisa bertahan adalah sektor mikro. Karena itu, mahasiswa harus ikut mengembangkan ekonomi kreatif sebagai bagian dari sektor riil masyarakat,” ujarnya.
Prof. Safari menambahkan bahwa UIN Raden Intan tidak hanya ingin dikenal sebagai kampus yang bersih dan hijau, tetapi juga memiliki kehidupan ekonomi yang aktif di dalamnya. Ia juga menyinggung keberadaan UMKM di sekitar kampus yang perlu dikembangkan tanpa menggusur. Ia berharap bisa membentuk sentra ekonomi yang dikelola bersama.
Ketua Baznas Provinsi Lampung Dr. H. Iskandar Zulkarnain, M.A. turut hadir memberikan motivasi kepada mahasiswa. Alumni program doktor UIN Raden Intan Lampung itu mengajak mahasiswa agar tidak ragu memulai usaha di era digital.
“Di era 5.0 ini, semua bisa jadi wirausaha. Jangan minder. Media sosial yang kita punya bisa menjadi alat untuk menghasilkan dan menginspirasi,” ujarnya.
Ia juga mengajak UIN Raden Intan, Baznas, dan Els Coffee untuk bersinergi membentuk wirausaha baru di lingkungan kampus. Menurutnya, saat ini sedang diajukan program kerja sama dengan Baznas RI yang akan memberikan modal zakat produktif senilai Rp40 juta untuk dua orang mustahik guna mengembangkan usaha kopi.
“UIN Raden Intan akan menjadi kampus pertama di Lampung yang memiliki kafe berbasis zakat, yakni Z Café atau Zakat Coffee. Kami juga berharap di kampus ini terbentuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) agar program bisa berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Baznas memiliki berbagai program pemberdayaan seperti beasiswa, rumah sehat tanpa kasir, Z-Mart, Z-Auto, dan program zakat produktif lainnya. Ketua Baznas berharap, akan ada kerja sama antara UIN RIL, Pemerintah Provinsi Lampung, untuk mendirikan sentra UMKM yang akan didukung oleh Baznas.
Sementara itu, Kepala UPT Pusbis UIN Raden Intan Lampung, Dr. Evi Ekawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Baznas Provinsi Lampung, dan UIN Raden Intan Lampung. Ia menjelaskan, Pusbis siap menindaklanjuti komitmen kerja sama yang telah disampaikan Ketua Baznas, termasuk program penyaluran zakat produktif untuk dua mustahik yang akan mengembangkan usaha kopi dengan dukungan pendampingan dari Els Coffee.
“Kami berharap kerja sama ini bisa terjalin dengan baik sehingga UIN Raden Intan dapat menjadi mitra Baznas dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di sekitar kita banyak mustahik, dan mahasiswa yang ingin berwirausaha bisa ikut berkontribusi. UIN juga berkomitmen mengawal agar dana zakat yang disalurkan benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan zakat produktif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kasi Kelembagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Ardanis, S.Sos., M.M, Head Manager PT Sari Alami (Els Coffee) Zul Fadli, dan Riky, roaster Els Coffee.
Mahasiswa peserta kegiatan mendapat pelatihan langsung dari tim Els Coffee tentang dasar-dasar kopi dan teknik menyeduh (brew) dalam seminar Bisnis dari Cangkir Kopi: Pelatihan Kewirausahaan bersama ELS Coffee. Suasana ruangan sempat dipenuhi aroma kopi saat mahasiswa mencoba praktik langsung.
Selain itu, Tika Febriyani, dosen UIN RIL yang juga content creator, memberikan materi tentang Komunikasi Efektif & Personal Branding.
