Ekonomi Wisata Lampung Menguat, Arah Pengembangan Hotel Kian Terbuka

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG—Sektor pariwisata Provinsi Lampung terus menunjukkan geliat positif dari sisi jumlah kunjungan dan perputaran ekonomi. 

Sepanjang 2025 hingga November, jumlah perjalanan wisatawan tercatat mencapai 24,70 juta perjalanan, menandai kuatnya mobilitas wisata di daerah ini. Kota Bandar Lampung masih menjadi tujuan utama dengan kontribusi 20,62 persen, disusul Kabupaten Lampung Selatan sebesar 13,88 persen dan Kabupaten Lampung Tengah 12,25 persen. 

Pola ini menunjukkan bahwa kawasan perkotaan dan wilayah penyangga tetap menjadi pusat aktivitas wisata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertumbuhan kunjungan tersebut berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi pariwisata. 

Dalam tiga tahun terakhir, nilai ekonomi sektor ini mengalami lonjakan tajam. Pada 2023, perputaran ekonomi pariwisata Lampung tercatat sekitar Rp16,26 triliun, meningkat menjadi Rp30,39 triliun pada 2024, dan kembali melonjak pada 2025 hingga November mencapai Rp53,11 triliun. 

Kenaikan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah wisatawan, tetapi juga oleh meningkatnya rata-rata pengeluaran per wisatawan yang pada 2025 mencapai sekitar Rp2,15 juta.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, kinerja industri perhotelan belum menunjukkan pemulihan yang sepadan. Sepanjang 2025, tingkat penghunian kamar (TPK) rata-rata hotel berbintang di Provinsi Lampung tercatat sebesar 48,93 persen, sementara hotel nonbintang hanya mencapai 25,60 persen. 

Baca juga:  Lampung Mantapkan Swasembada Protein Hewani, Targetkan Zero Rabies 2030

Angka ini mencerminkan bahwa peningkatan aktivitas wisata masih didominasi oleh perjalanan singkat, sehingga belum mampu mendorong lama tinggal wisatawan secara optimal.

Di sisi lain, kapasitas akomodasi di Lampung terus bertambah. Saat ini terdapat 49 hotel berbintang dengan total 4.572 kamar dan 7.009 tempat tidur, serta 495 hotel nonbintang yang menyediakan 12.245 kamar dan 16.698 tempat tidur. 

Besarnya kapasitas ini memperlihatkan adanya tantangan keseimbangan antara suplai akomodasi dan permintaan efektif yang belum sepenuhnya terbentuk.

Indikator pendukung pariwisata sebenarnya terus menunjukkan tren positif. Jumlah destinasi wisata meningkat dari 557 lokasi pada 2022 menjadi 627 lokasi pada 2025. Jumlah restoran dan rumah makan juga bertambah dari 1.975 unit menjadi 2.511 unit. 

Berbagai fasilitas hiburan seperti bioskop, karaoke, sport center, dan arena rekreasi lainnya turut berkembang. Namun, pertumbuhan fasilitas tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi peningkatan tingkat hunian hotel.

Tekanan terhadap industri perhotelan tidak hanya terjadi di Lampung, tetapi juga menjadi fenomena nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa secara agregat tingkat penghunian kamar hotel sepanjang 2025 masih relatif rendah. 

Baca juga:  Pembangunan Infrastruktur Jalan Tahun 2025 Capai 70 Persen

Bahkan pada segmen hotel kelas atas, tekanan terlihat lebih nyata. Pada November 2025, hotel bintang lima secara nasional hanya mencatat TPK sekitar 56,30 persen, mengalami penurunan secara tahunan dan menjadi segmen dengan koreksi terdalam dibandingkan klasifikasi hotel lainnya. 

Kondisi ini mencerminkan melemahnya permintaan wisatawan berdaya beli tinggi serta semakin selektifnya pola perjalanan.

Kondisi nasional tersebut berkelindan dengan situasi di Provinsi Lampung. Di tengah bertambahnya kapasitas kamar dan pesatnya pembangunan hotel, tingkat hunian belum mampu mengimbangi suplai yang tersedia. 

Pola kunjungan wisatawan di Lampung masih didominasi perjalanan singkat, dengan rata-rata lama menginap sekitar 1,29 hari. Hal ini menegaskan posisi Lampung yang masih kerap menjadi daerah transit atau persinggahan, bukan destinasi utama untuk tinggal lebih lama.

Situasi ini menghadirkan tantangan struktural bagi pembangunan pariwisata daerah. Investasi hotel terus tumbuh sebagai cerminan optimisme terhadap potensi ekonomi Lampung. 

Namun, tanpa penguatan daya tarik destinasi dan penciptaan pengalaman wisata yang beragam, aktivitas wisata cenderung berhenti pada fungsi dasar perjalanan, bukan pada pengalaman yang mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal.

Baca juga:  Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Ajak Praja IPDN Asal Lampung Jadi Aparatur Berintegritas dan Inovatif

Tekanan terhadap okupansi juga terlihat pada momentum libur panjang. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung mencatat tingkat hunian kamar hotel selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mengalami penurunan sekitar 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Penurunan ini menandakan perubahan perilaku wisatawan serta semakin ketatnya persaingan antardestinasi.

Secara keseluruhan, rendahnya tingkat penghunian kamar sepanjang 2025, baik pada hotel berbintang maupun nonbintan menjadi sinyal kuat bahwa persoalan perhotelan di Lampung bukan sekadar fluktuasi musiman. Kondisi ini mencerminkan tantangan struktural dalam pembangunan pariwisata daerah.

Ke depan, penguatan destinasi unggulan, penyelenggaraan event berbasis pengalaman, serta integrasi pariwisata dengan ekonomi kreatif dan budaya lokal menjadi langkah strategis agar Lampung tidak lagi sekadar menjadi daerah persinggahan.

Dengan pendekatan tersebut, Lampung diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperbaiki tingkat hunian hotel, dan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Terkait

15 Pejabat Administrator Dilantik, Pemprov Lampung Dorong Kinerja Berbasis Hasil
Rute Penerbangan Internasional Lampung – Kuala Lumpur, Pacu Aktivitas Ekonomi
Pemprov Lampung Dorong Investasi Pabrik Benih untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Pemprov Lampung Perkuat Akuntabilitas lewat Tindak Lanjut LHP BPK
Sinergi Lintas Sektor, Pemprov Lampung Jaga Pasokan dan Harga Bahan Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
Lampung Percepat Pembangunan Infrastruktur Jalan Provinsi di 2026, Mulai Lebih Awal dari Jadwal
Pemprov Lampung Raih Predikat Tertinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Lampung Tuan Rumah HPN 2027, Presiden Tekankan Peran Strategis Pers
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 16:56 WIB

BPK RI Lampung Diduga “Masuk Angin”, OPD Kecil Jadi Target Audit, OPD Besar Tak Tersentuh

Senin, 2 Maret 2026 - 13:55 WIB

Dugaan Pengkondisian dan Setoran Proyek Merajalela, Gubernur Mirza Diminta Segera Copot Kadis BMBK

Senin, 2 Maret 2026 - 12:27 WIB

Pelaku Pembunuhan Di Sukau Terancam Hukuman Mati

Senin, 2 Maret 2026 - 12:25 WIB

Berhasil Ungkap Kasus 3C, Kapolres Lampung Utara Beri Penghargaan ke 17 Personel

Senin, 2 Maret 2026 - 11:16 WIB

Pendaftaran SPAN-PTKIN 2026 Diperpanjang, Ini 31 Program Studi UIN Raden Intan Lampung

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:53 WIB

Respon Kabar Dugaan Setoran Proyek di Dinas PU, Refky Desak Kadis Bersikap Tegas atau Mundur

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:43 WIB

Kurang dari 12 jam Pelaku Pembunuhan di Pekon Jagaraga Berhasil Di Amankan Polisi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:15 WIB

Geger, Warga Pekon Jagaraga Temukan Mayat Seorang Pemuda di Area Perkebunan

Berita Terbaru

BERITA

Pelaku Pembunuhan Di Sukau Terancam Hukuman Mati

Senin, 2 Mar 2026 - 12:27 WIB