“Seharusnya di periode kedua Bunda Eva ini, Bandar Lampung dapat terlihat perubahan yang signifikan, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusianya. Namun sayang, nampaknya semua itu masih belum terlihat di tahun pertama periode kedua ini, dan gambaran ke depannya pun belum tampak apa yang akan dilakukan,” ujar Refky kepada awak media, Minggu (8/3/2026).
Refky yang juga merupakan mantan Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Provinsi Lampung itu menyebut sejumlah nama jabatan yang dinilai perlu dipertimbangkan untuk dievaluasi, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala BPKAD, serta Kepala Bagian Umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beberapa yang saya sarankan untuk dipertimbangkan di antaranya Kadis PU, Kadis Kesehatan, Kadis Dukcapil, Kadis Koperasi dan UMKM, Kepala BPKAD, dan Kabag Umum,” sebutnya.
Lebih lanjut, Refky mendorong agar Eva Dwiana bersedia membuka ruang dialog bersama elemen masyarakat, termasuk merespons tawaran diskusi dari organisasi Laskar Lampung yang sebelumnya telah mengajukan permintaan audiensi.
“Saya meyakini bahwa Bunda Eva bukan pemimpin yang anti kritik, apalagi menutup diri terhadap aspirasi masyarakat. Saya berharap tawaran dari Laskar Lampung kemarin dapat disambut dengan baik,” tegasnya.
Ia juga mendorong DPRD Kota Bandar Lampung untuk segera memfasilitasi forum diskusi, baik melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP) maupun forum lainnya yang melibatkan elemen masyarakat, legislatif, dan eksekutif secara bersama-sama.
“Tidak ada sejarahnya roda pemerintahan dapat berjalan mulus tanpa partisipasi masyarakat. Jika masyarakat, DPRD, dan Wali Kota duduk bersama mendiskusikan secara detail arah pembangunan Kota Bandar Lampung, maka insyaallah saya yakin semuanya dapat berjalan maksimal,” pungkas Refky.
Di penghujung pernyataannya, Refky kembali menegaskan agar catatan terkait beberapa Kepala Dinas dan Kepala Bagian yang ia sebutkan benar-benar direspons dan dipertimbangkan oleh Wali Kota, apakah akan dipertahankan atau diganti dengan sosok yang lebih mumpuni dan mampu bekerja secara maksimal demi kepentingan masyarakat Kota Bandar Lampung.
