Anggota DPRD Sebut Banjir di Bandar Lampung Buah dari Krisis Tata Ruang

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 07:14 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, angkat bicara terkait banjir besar yang melanda wilayah Panjang pada Senin, 21 April 2025.

Ia menilai bencana ini bukan semata akibat saluran air yang tertutup bangunan, tetapi merupakan hasil dari krisis tata kelola kota yang sudah berlangsung lama.

“Banjir di Panjang bukan hanya soal tembok Pelindo yang menutup drainase. Itu hanya salah satu faktor teknis. Kita harus jujur mengakui bahwa ini adalah buah dari lemahnya kebijakan tata ruang, buruknya pengelolaan drainase, dan minimnya koordinasi antar lembaga,” kata Agus dalam ketwrangannya Rabu (23/4/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus juga menyoroti faktor-faktor lain yang selama ini luput dari perhatian, seperti curah hujan ekstrem, aktivitas tambang ilegal, alih fungsi lahan tanpa kajian lingkungan, lemahnya sistem peringatan dini, serta kebiasaan masyarakat membuang sampah ke saluran air.

“Selama ini, sistem drainase kita belum mendapat perhatian yang layak. Pemerintah kota perlu memperkuat perencanaan berbasis data, termasuk menyusun peta kawasan rawan banjir sebagai dasar mitigasi. Tanpa langkah itu, risiko bencana akan terus berulang setiap musim hujan,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal yang membuang limbah ke aliran sungai, serta absennya sistem mitigasi cepat di kawasan padat penduduk.

“Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Pemerintah kota, provinsi, Pelindo, dan masyarakat harus duduk bersama membangun sistem yang berkelanjutan. Tidak bisa terus saling menyalahkan saat bencana datang,” tegasnya.

Komisi III DPRD, kata Agus, akan mendorong pembentukan tim audit tata ruang dan drainase.

Ia juga mendesak Pemkot segera melakukan normalisasi saluran air dan memperbaiki sistem peringatan dini di wilayah-wilayah rawan.

“Kita akan panggil semua pihak terkait. Tidak boleh ada lagi pembiaran. Banjir ini harus menjadi alarm keras bahwa kondisi kota kita sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.

Sebanyak 2.371 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang terjadi di Bandar Lampung, baru-batru ini.

Berita Terkait

KemenHAM Siaga Bakauheni: Penta Peturun Ungkap Jam Rawan dan Rekomendasikan Dini Hari untuk Menyeberang
Rektor UIN RIL Lantik Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Dekan, Ketua Lembaga, dan Kepala SPI Periode 2026-2030
Melalui Inovasi Program Pendidikan, Pemkab Lambar Komitmen Bangun Kualitas SDM
Jelang Buka Puasa, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Selatan Yuti Rama Yanti Bagikan Takjil ke Masyarakat di Kecamatan Palas
Dukung Gubernur Mirza Soal “Good Governance”, BRIM 08 Bakal Ungkap Dugaan Praktik KKN dan Setoran Proyek di Dinas PKPCK
Kasus Dugaan Pemerasan Oknum LSM Terungkap di Sidang, Saksi: Terdakwa Tak Pernah Minta Uang
Ciptakan Inovasi dan Terobosan, Disdikbud Lampung Barat Tunjukan Capaian Positif
“Bukber”, Rektor Ajak Civitas Akademika UIN RIL Bangun Kebersamaan dengan Semangat Ber-ISI
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:00 WIB

Pemprov Lampung Kaji Dampak Lingkungan Tambang di Way Kanan

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:46 WIB

Pemprov Lampung Bahas Penyelesaian Aset Daerah Jelang Monitoring KPK 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:52 WIB

Gubernur Lampung Lepas Brigjen Haryantana yang Dimutasi Jadi Kasdam XVII/Cendrawasih

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:34 WIB

Pemprov Lampung apresiasi 4 siswa penemu celah keamanan pada situs NASA

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:29 WIB

Gubernur Lampung: Miliki kemandirian fiskal dengan optimalisasi PAD

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:23 WIB

Lampung sediakan mudik gratis dalam daerah menggunakan bus

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:15 WIB

Pemprov Lampung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran

Senin, 9 Maret 2026 - 05:12 WIB

TP PKK Provinsi Lampung Hadir di Tengah Masyarakat, Salurkan Bantuan Sosial dan Dukungan Gizi Anak

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Rumah Film KPI Putar Perdana Karya Film ‘Teguh’

Minggu, 15 Mar 2026 - 17:37 WIB

PEMERINTAHAN

Pemprov Lampung Kaji Dampak Lingkungan Tambang di Way Kanan

Sabtu, 14 Mar 2026 - 06:00 WIB

Exit mobile version