Curah hujan yang cukup tinggi di bulan September 2025 lalu menyebabkan putusnya jalan penghubung liwa – tugu tani tepatnya di seranggas kelurahan pasar liwa kecamatan balik bukit kabupaten Lampung barat.
Bupati serta prangkat daerah bahkan anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) telah meninjau langsung lokasi jalan tersebut.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Mia Miranda menjanjikan akan di buatkan jembatan kecil yang terbuat dari rangka baja dalam kurun waktu dua pekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tetapi hingga saat ini pihak dari dinas terkait belum membuatkan jembatan tersebut, sehingga masyarakat setempat berinisiatif untuk ber swadaya untuk membuatkan jalan untuk kendaraan roda 2 dan pejalan kaki.
“Ya kami bergotong royong dan swadaya masyarakat ini untuk membuatkan jalan yang kami timbun dari tahan untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, “. Ujar masyarakat yang enggan di sebutkan namanya.
Sebab jalan ini merupakan jantung dan nadi masyarakat setempat untuk melakukan aktivasi sehari hari, bahkan untuk anak anak sekolah pun sebelum di buatkan jalan dari swadaya dari masyarakat ini, anak anak sekolah sempat terhambat.
“Jalan ini merupakan jantung dari kota liwa, karena anak anak untuk berangkat sekolah melintasin jalan ini, kadang kami kasihan melihat anak anak yang berangkat sekolah sebelum di buatkan jalan oleh masyarakat setempat anak anak sekolah ini muter lebih jauh untuk berangkat sekolah, ” .
“Sehingga kami berinisiatif untuk bergotong royong membuatkan jalan ini untuk pejalan kaki dan pengendara roda dua, “. Sambungnya
Pak bupati beserta rombongan telah meninjau lokasi, dan pihaknya menjanjikan akan membuatakan jembatan darurat yang terbuat dari rangka baja
“Pak bupati, bu kadis pu, anggota dewan telah meninjau lokasi, pihaknya menargetkan dalam kurun waktu dua pekan (dua minggu) akan di buatkan jembatan darurat dari rangka baja, tetapi sampai saat ini belum juga di buatkan, ” . Tegasnya
Masyarakat setempat berjaga di sekitaran lokasi jalan putus untuk membantu pengendara roda dua yang takut untuk melintasi jalan tersebut.
“Kami masyarakat ini berjaga di sini, apa lagi kalok pagi di jam anak sekolah, mereka tidak berani melintasinya, jadi kami membantunya untuk melintasi jalan ini,”. Ujarnya
” Apa lagi kalau cuaca sedang hujan jalan ini sangat licin dan harus berhati hati di saat melintasi nya,”. Pungkasnya
Sebelumya wartawan gerbang lampung raya sudah menghubungi kadis PUPR tetapi beliau tidak merespon, dan di temui di ruang kerjanya beliau tidak ada. Hingga berita ini di terbitkan pihak dinas PUPR belum juga merespon. (Aldi)








