Pesta Rakyat Meriah, tapi Warga Lampung Timur Tanya: Kapan Jalan Diperbaiki dan Siltap Dibayar?

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aditya Pratama Putra, S.H.   |   Bantuan Hukum dan Advokasi Karang Taruna Kecamatan Sekampung   |   Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR — Kebijakan anggaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mendapat sorotan serius. Di saat gelaran konser musik peringatan hari jadi kabupaten berlangsung meriah selama 10 hari berturut-turut, ratusan aparatur desa di wilayah itu dilaporkan belum menerima penghasilan tetap (Siltap) bulan Maret, sementara kondisi infrastruktur jalan di pelosok desa masih memprihatinkan.

Aditya Pratama Putra, S.H., dari Bantuan Hukum dan Advokasi Karang Taruna Kecamatan Sekampung, menyoroti kontradiksi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah gagal menempatkan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas utama ketika anggaran seremonial digelontorkan sementara kewajiban mendasar justru tertunggak.

“Kami heran, acara konser bisa digelar meriah selama 10 hari berturut-turut, tapi perbaikan jalan yang sudah rusak bertahun-tahun seolah dikesampingkan. Padahal, jalan adalah urat nadi perekonomian kami. Seharusnya pastikan dulu akses jalan merata sampai ke pelosok desa,” ujar Aditya kepada awak media.

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik di Kabupaten Lampung Timur, kondisi akses jalan di pelosok desa masih jauh dari layak. Banyak ruas jalan berlubang yang membahayakan keselamatan pengendara. Tidak sedikit pula ruas yang masih berbatu dan belum tersentuh aspal.

Ironisnya, warga setempat terpaksa melakukan kerja bakti swadaya untuk merenovasi gorong-gorong di jalan kabupaten yang menjadi penghubung vital antar dusun. Kondisi ini mengindikasikan bahwa alokasi anggaran pemeliharaan infrastruktur belum menjangkau seluruh wilayah secara merata.

Baca juga:  Polres Pringsewu Gelar Operasi Zebra Krakatau 2025

Selain persoalan infrastruktur, isu keterlambatan penyaluran Siltap aparatur desa juga menjadi perhatian serius. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah aparatur desa di Lampung Timur dilaporkan belum menerima hak mereka untuk bulan Maret. Aparatur desa merupakan ujung tombak pelayanan publik di tingkat paling bawah, namun hak finansial mereka justru terbengkalai.

Kondisi ini dinilai paradoks: mereka dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sementara hak dasar mereka sendiri belum dipenuhi oleh pemerintah kabupaten. Di sisi lain, anggaran untuk kegiatan seremonial seperti pesta rakyat 10 hari tersebut tampak tidak mengalami hambatan penyaluran.

“Pesta rakyat memang penting untuk hiburan, tetapi tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban dasar kepada aparatur dan pemeliharaan infrastruktur yang menyangkut keselamatan serta hajat hidup orang banyak,” tambah Aditya.

Kondisi ini memicu desakan publik agar Pemerintah Kabupaten Lampung Timur segera mengevaluasi skala prioritas penggunaan anggaran daerah. Penggunaan dana publik dinilai harus lebih peka terhadap kebutuhan dasar masyarakat, baik berupa pemeliharaan infrastruktur maupun pemenuhan hak aparatur, dibandingkan kegiatan yang bersifat seremonial.

Baca juga:  ALAK Demo di Kantor Bupati dan DPRD, Soroti Dugaan KKN Rp 70,9 Miliar di 9 Dinas Pemkab Tanggamus

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur belum memberikan pernyataan resmi mengenai jadwal pasti penyaluran Siltap aparatur desa secara menyeluruh, maupun rencana konkret terkait perbaikan jalan rusak yang dikeluhkan warga. Konfirmasi telah diupayakan namun belum mendapat respons.

Berita Terkait

Relawan Gesit Lampung Rayakan Milad Pertama dengan Family Gathering di Pantai Cakra Pesawaran
Pesta Rakyat Meriah, tapi Warga Lampung Timur Tanya: Kapan Jalan Diperbaiki dan Siltap Dibayar?
GRL Way Kanan Perkuat Pembinaan Atlet Muda Lewat KAKIMAL Cup 2026
Muli Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Ikuti Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Selatan 2026
KOPRI PC PMII LAMPUNG SELATAN GELAR “HARMONI PERGERAKAN” DI PONTREN/TPA SOLIHUN ROJAUN
BRIM 08 Lampung Dorong Mabes Polri dan Kejagung Dampingi Polda Ungkap Tambang Emas Ilegal di Way Kanan
Usut Tuntas Tambang Emas Ilegal Way Kanan, Polda Lampung Diminta Bertindak Transparan dan Tanpa Pandang Bulu
LSM ALAK Tuding Sejumlah OPD di Lamsel Sarat Penyimpangan Anggaran TA 2024/2025
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:21 WIB

Tahta Tanpa Wingman: Tragedi Komedi Kepemimpinan di Kabupaten Way Kanan

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:38 WIB

Pelatihan Paralegal LBH Ansor Lampung Dinilai Langkah Strategis Pendidikan Hukum

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:57 WIB

Lelah Menunggu Pemerintah, Warga Triharjo Cor Jalan Swadaya untuk Kelima Kalinya

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:52 WIB

Broken Strings : Memahami Grooming Sebagai Kejahatan, Bukan Relasi Pribadi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:55 WIB

Pilkada Melalui DPRD: Kemunduran Demokrasi Yang Mengkhawatirkan, Hak Rakyat Mulai Dikebiri

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:11 WIB

Apresiasi Alumni terhadap Kepemimpinan Visioner Prof. Wan Jamaluddin di UIN Raden Intan Lampung

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:06 WIB

JALAN BARU GERAKAN RAKYAT : DARI KESADARAN OBJEK MENUJU KESADARAN SUBJEK

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:51 WIB

Efisiensi atau Pembajakan Mandat? Polemik Pilkada via DPRD

Berita Terbaru