Zulkifli Hasan menyambut hangat kehadiran para mahasiswa pascasarjana dan aktivis perantau tersebut. Dalam diskusi yang berlangsung akrab, pria yang kini menjabat sebagai Menko Pangan tersebut menyatakan dukungannya terhadap visi besar Lampung Preneur Hub dalam membangun jembatan penghubung antara petani, teknologi, dan akses pasar nasional.
“Kebetulan sekali, kami sedang menjalankan program penciptaan bibit kopi berkualitas untuk dibagikan gratis kepada petani. Ini harus kita sinergikan,” ujar Zulkifli. Tak hanya soal bibit, beliau juga membuka pintu lebar bagi produk olahan kopi binaan komunitas ini, seperti Kupi Candik dan Honey Coffee, untuk masuk ke dalam jaringan ritel Kopdes Merah Putih (KDMP). “Produk binaan teman-teman kita sinergikan untuk dipasarkan pada seluruh ritel KDMP,” imbuhnya tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Zulkifli, yang mengawali kariernya dari bawah, berkali-kali menekankan pentingnya keteguhan mental bagi anak muda di tanah rantau. Ia berbagi kisah perjuangan masa lalunya yang penuh getir demi memotivasi para yuniornya. “Saya dulu juga susah dan penuh perjuangan untuk bisa di posisi ini. Saya yakin teman-teman pasti bisa,” ungkapnya memberi suntikan moral.
Koordinator Nasional Lampung Preneur Hub, Sapriyansah, menyatakan bahwa dukungan nyata dari tokoh sekaliber Zulkifli Hasan adalah energi besar bagi gerakan mereka. “Kami datang dengan semangat persaudaraan sesama putra Lampung. Sambutan hangat dan dukungan konkret ini adalah pupuk perjuangan yang tidak akan pernah pudar terkikis tantangan,” tutur Sah.
Senada dengan itu, Sekjen Lampung Preneur Hub, David, menegaskan bahwa komitmen ini akan segera ditindaklanjuti dengan kerja keras di lapangan. “Setelah ini kami akan berjuang lebih keras untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan kebermanfaatan bagi khalayak luas, terutama kepada petani sebagai pilar negeri,” tegasnya.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh bendahara komunitas Iqbal Farochi, Ketua Harian Djuwita, serta penasihat komunitas, Bung Dedi Indra. Kehadiran jajaran pengurus inti ini menunjukkan keseriusan komunitas dalam mengawal janji hilirisasi komoditas lokal Lampung.
Pertemuan ditutup dengan pernyataan kunci dari Zulkifli Hasan yang menggetarkan semangat primordial yang positif. “Kebijakan yang berpihak mulai saat ini akan hadir untuk rakyat. Sebagai orang Lampung, tentu tanah kelahiran menjadi prioritas,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi babak baru bagi produk-produk unggulan Lampung untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan pemain utama yang bermartabat di panggung ekonomi nasional.
