Berdasarkan data yang dilansir dari laman resmi SINTA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Sains dan Teknologi, UIN Raden Intan Lampung memperoleh SINTA Score 3 Years sebesar 91.496, dengan SINTA Score Overall mencapai 189.839.
Posisi teratas ditempati UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan skor 450.114, disusul UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (445.742), dan UIN Sumatera Utara (252.924). Peringkat keempat hingga keenam berturut-turut diraih UIN Sunan Gunung Djati Bandung (229.087), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (149.549), dan UIN Sunan Ampel Surabaya (94.635).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pusat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Paten, dan Publikasi Ilmiah (PHPPI) UIN Raden Intan Lampung, Antomi Saregar, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika yang konsisten membangun budaya riset dan publikasi ilmiah.
“Capaian ini menunjukkan UIN Raden Intan Lampung mampu menjaga daya saingnya di tingkat nasional, meskipun persaingan antar-PTKIN semakin ketat,” ujarnya, Jumat (3/1/2026).
Antomi menegaskan, peringkat SINTA bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, capaian ini tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berbenah.
“Fokus ke depan adalah penguatan ekosistem riset melalui pusat-pusat penelitian, peningkatan publikasi di jurnal bereputasi, serta penguatan hilirisasi riset dalam bentuk paten dan kekayaan intelektual,” katanya.
UIN Raden Intan Lampung juga akan memperluas kolaborasi riset lintas institusi, baik nasional maupun global. Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah akan berperan sebagai enabler melalui pendampingan penulisan artikel ilmiah, akselerasi paten, dan penguatan literasi publikasi bereputasi.
“Harapannya, UIN Raden Intan Lampung tidak hanya bertahan di 10 besar PTKIN, tetapi secara bertahap dapat mengejar kampus-kampus yang berada di atas,” ujarnya.
Selain tujuh kampus tersebut, peringkat 10 besar SINTA PTKIN dilengkapi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Raden Fatah Palembang, dan IAIN Parepare.
