Setelah Warga Lakukan Swadaya Pembuatan Jembatan Darurat, Plt Kadis PU Lambar Baru Muncul

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Diksi NusantaraAksi swadaya warga di Desa Seranggas, kelurahan pasar liwa Kecamatan Balik Bukit, kembali menyita perhatian publik, karena di tengah kondisi jalan penghubung Liwa-Hanakau yang putus, warga setempat nekat menimbun badan jalan menggunakan karung berisi tanah agar kendaraan roda dua tetap dapat melintas.

Aksi gotong royong tersebut berlangsung sejak awal Oktober 2025. Warga bahu-membahu memperbaiki jalan karena akses utama menuju pusat kegiatan ekonomi dan pendidikan terputus total.

“Kalau tidak gotong royong, kami terisolasi. Ini satu-satunya jalan anak-anak ke sekolah dan warga ke tempat kerja,” ujar Edi, warga Seranggas, Rabu (29/10).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Barat akhirnya angkat bicara. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Lampung Barat , Mia Miranda, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah teknis untuk menanggulangi kerusakan jalan yang terjadi sejak pertengahan September 2025.

Baca juga:  Bupati Lampung Barat Tegaskan Komitmen Lestarikan Seni Budaya di Era Digital

“Kami terus melakukan normalisasi terhadap aliran sungai, termasuk mengangkat gorong-gorong yang rusak agar aliran air kembali lancar. Selain itu, kami juga memperbaiki bidang longsoran dengan alat berat untuk mencegah longsor susulan,” kata Mia saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/10/2025).

Ia menjelaskan, longsor pertama terjadi pada 19 September, disusul longsor kedua pada 30 September yang memperparah kerusakan jalan.

Menurut Mia, fokus utama saat ini ialah memastikan warga tetap memiliki akses sementara sambil menyiapkan pembangunan jembatan darurat.

“Kami sedang menyiapkan jembatan sementara berbahan rangka baja. Insya Allah dalam waktu dekat akan kami tangani karena bahan dan peralatannya sudah dimobilisasi ke lokasi,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, Dinas PUPR juga telah memulai penyelidikan tanah untuk perencanaan pembangunan permanen agar akses jalan kembali normal dan aman digunakan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian PUPR guna mendapatkan dukungan, karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” tambahnya.

Baca juga:  Bangun Bak Sampah di Pasar Gintung, Pemprov Lampung dan Pemkot Bangun Sinergi

Mia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya aktivitas akibat bencana tersebut. Ia juga mengapresiasi partisipasi warga yang secara swadaya membangun jalan darurat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan berterima kasih atas dukungan masyarakat yang telah membuat jalan sementara,” ucapnya.

Namun, sebagian warga menilai respons pemerintah daerah masih lambat. Mereka menyinggung janji pembangunan jembatan darurat dalam waktu 14 hari yang hingga kini belum juga terealisasi.

“Janji itu cuma diucapkan di depan
kamera. Kami di lapangan tidak melihat apa-apa,” ujar salah satu warga.

Menurut warga lainnya, aksi swadaya tersebut merupakan bentuk protes halus terhadap lambannya penanganan dari pemerintah daerah.

“Kalau kami terus swadaya, lalu di mana peran pemerintah? Kami ini rakyat kecil, tapi justru harus menanggung beban perbaikan jalan,” kata seorang warga.

Baca juga:  DPRD Provinsi Lampung Minta ASDP Benahi Dermaga, Kapal Eksekutif Tak Bisa Langsung Sandar

Warga juga menyoroti visi pembangunan daerah ‘Lampung Barat Hebat dan Setia Menuju Indonesia Emas 2045’ yang dinilai belum tercermin dalam kondisi infrastruktur di lapangan.

“Kalau hal mendasar seperti jalan saja tidak bisa ditangani, bagaimana mau bicara pembangunan besar?” sindir Rasidi, warga setempat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti penanganan jalan putus tersebut karena menjadi jalur vital bagi mobilitas, ekonomi, dan pendidikan.

“Kami hanya minta pemerintah jangan tutup mata. Ini bukan persoalan kecil, karena jalan ini nyawa bagi warga desa,” pungkas Edi.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memberi janji, tetapi menghadirkan langkah nyata di lapangan. Gotong royong memang menjadi simbol kebersamaan, namun tanggung jawab utama perbaikan infrastruktur tetap berada di tangan pemerintah. (Aldi)

Berita Terkait

Sinergi Putera Daerah: Lampung Preneur Hub Perkuat Basis Kebijakan Ekonomi Bersama Zulkifli Hasan
Pesta Rakyat Meriah, tapi Warga Lampung Timur Tanya: Kapan Jalan Diperbaiki dan Siltap Dibayar?
GRL Way Kanan Perkuat Pembinaan Atlet Muda Lewat KAKIMAL Cup 2026
Tambah Armada dan Tank Container, DLH Bandar Lampung Perkuat Pengelolaan Sampah 2026
INFORMASI KEHILANGAN
DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung
Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan
Waspadai El Nino 2026, Pemprov Lampung Matangkan Strategi Mitigasi Terpadu
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:45 WIB

Relawan Gesit Lampung Rayakan Milad Pertama dengan Family Gathering di Pantai Cakra Pesawaran

Senin, 27 April 2026 - 11:46 WIB

Sinergi Putera Daerah: Lampung Preneur Hub Perkuat Basis Kebijakan Ekonomi Bersama Zulkifli Hasan

Minggu, 26 April 2026 - 16:28 WIB

Pesta Rakyat Meriah, tapi Warga Lampung Timur Tanya: Kapan Jalan Diperbaiki dan Siltap Dibayar?

Sabtu, 25 April 2026 - 15:35 WIB

GRL Way Kanan Perkuat Pembinaan Atlet Muda Lewat KAKIMAL Cup 2026

Jumat, 24 April 2026 - 16:59 WIB

Tambah Armada dan Tank Container, DLH Bandar Lampung Perkuat Pengelolaan Sampah 2026

Kamis, 16 April 2026 - 06:42 WIB

INFORMASI KEHILANGAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:47 WIB

DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung

Sabtu, 11 April 2026 - 06:43 WIB

Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan

Berita Terbaru

POLITIK

UU PRT: Akhir Penantian Dua Dekade yang Belum Usai

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:41 WIB