Di Senayan Gubernur Lampung dan DPRD Hadiri RDPU Bahas RUU Komoditas Singkong di DPR RI

- Redaksi

Rabu, 25 Juni 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Kehadiran mereka didampingi tujuh kepala daerah dari kabupaten penghasil singkong terbesar di Lampung, yakni Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi, Wakil Bupati Lampung Utara Romli, Bupati Mesuji Elfianah, Bupati Tulang Bawang Barat Novriwan Jaya, serta Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan.

Baca juga:  Politisi Perempuan Komisi V DPRD Lampung Apresiasi Penghapusan Uang Komite Sekolah Negeri

Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, menyebut RDPU tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang komoditas strategis nasional, khususnya singkong atau ubi kayu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Gubernur Lampung datang bersama tujuh kepala daerah dan Ketua DPRD. Ini menunjukkan betapa pentingnya pembahasan RUU ini bagi masyarakat Lampung,” ujar Bob Hasan yang juga merupakan Anggota DPR RI dari Dapil Lampung II.

Baca juga:  Kunjungi Maluku, Komisi III DPRD Lampung Pelajari Strategi Kelautan untuk Dongkrak PAD

Menurut Gubernur Rahmat Mirzani, singkong merupakan komoditas penting di Lampung yang menyangkut hajat hidup jutaan masyarakat. Ia menyebut sekitar dua juta orang terlibat dalam rantai produksi singkong dan industri turunannya, termasuk tepung tapioka.

“Kontribusi sektor ini terhadap PDRB Lampung mencapai Rp50 triliun. Naik sedikit saja, ekonomi kami ikut terdongkrak. Tapi kalau turun, dampaknya juga sangat terasa,” kata Rahmat.

Baca juga:  Dukung Pemutihan Pajak, Budhi Condrowati : Kesempatan Emas untuk Rakyat Lampung

Ia juga menyoroti belum optimalnya implementasi harga dasar singkong yang telah ditetapkan pemerintah provinsi, yakni Rp1.350 per kilogram dengan potongan maksimal 30 persen—tanpa memperhitungkan kadar pati (aci). Namun, kebijakan ini kerap diabaikan oleh perusahaan dengan berbagai alasan.

RDPU ini turut dihadiri Ketua Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) Lampung Dasrul Aswin, Ketua Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia, serta sejumlah perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

Berita Terkait

UU PRT: Akhir Penantian Dua Dekade yang Belum Usai
KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Dinamika Politik
Jaga Stabilitas Harga dan Kualitas Pangan, Pemprov Lampung Intensifkan Pengawasan Pasar
Jalan Rusak, Uang Rakyat Dipertanyakan: FORMALIS Soroti Dugaan KKN dan Gratifikasi di Balik Proyek Miliaran Rupiah Bina Marga Lampung
Tegas…!, Parosil Minta Seluruh Kader PDI Perjuangan Lambar Aktif Turun ke Akar Rumput Bantu Masyarakat
Darlian Pone Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Ketua Golkar Way Kanan
Peringati Harlah ke-58, KOPRI Lampung Gandeng Pemerintah Provinsi Berantas Kekerasan Seksual
Momentum Hari Ibu, Kostiana Tegaskan Peran Besar Ibu sebagai Fondasi Awal Kehidupan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:21 WIB

Tahta Tanpa Wingman: Tragedi Komedi Kepemimpinan di Kabupaten Way Kanan

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:38 WIB

Pelatihan Paralegal LBH Ansor Lampung Dinilai Langkah Strategis Pendidikan Hukum

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:57 WIB

Lelah Menunggu Pemerintah, Warga Triharjo Cor Jalan Swadaya untuk Kelima Kalinya

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:52 WIB

Broken Strings : Memahami Grooming Sebagai Kejahatan, Bukan Relasi Pribadi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:55 WIB

Pilkada Melalui DPRD: Kemunduran Demokrasi Yang Mengkhawatirkan, Hak Rakyat Mulai Dikebiri

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:11 WIB

Apresiasi Alumni terhadap Kepemimpinan Visioner Prof. Wan Jamaluddin di UIN Raden Intan Lampung

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:06 WIB

JALAN BARU GERAKAN RAKYAT : DARI KESADARAN OBJEK MENUJU KESADARAN SUBJEK

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:51 WIB

Efisiensi atau Pembajakan Mandat? Polemik Pilkada via DPRD

Berita Terbaru