Ketua Umum Willys Lampung Community (WLC), Henry Kurniawan Yuza, tampil memukau memimpin barisan puluhan kendaraan legendaris Jeep Willys peninggalan Perang Dunia II dalam Festival Kendaraan Hias dan Parade Budaya yang digelar dalam rangkaian HUT ke-344 Kota Bandar Lampung.
Mengenakan busana bergaya militer klasik, Henry tampil elegan dan gagah layaknya seorang panglima tempur, memimpin langsung barisan Jeep Willys yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam parade tersebut. Penampilannya bersama puluhan unit Jeep Willys yang masih mempertahankan keorisinalannya itu sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung yang memadati rute parade.
Tak sedikit warga yang berbondong-bondong mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama kendaraan bersejarah itu. Kehadiran WLC di bawah komando Henry Kurniawan Yuza dinilai turut memberi warna tersendiri dalam perhelatan tahunan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival yang dipusatkan di kawasan Tugu Adipura ini menghadirkan beragam kendaraan hias, pertunjukan seni budaya, serta parade yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Ribuan warga terlihat antusias memadati sepanjang rute parade untuk menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan.
Keikutsertaan Willys Lampung Community menjadi salah satu daya tarik dalam festival tahun ini. Kendaraan yang identik dengan sejarah Perang Dunia II tersebut tidak hanya menjadi simbol kecintaan terhadap otomotif klasik, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain Jeep Willys, parade juga diramaikan oleh berbagai kendaraan hias dari instansi pemerintah, komunitas, organisasi masyarakat, hingga penampilan seni budaya yang menggambarkan keberagaman budaya di Kota Bandar Lampung.
Festival Kendaraan Hias dan Parade Budaya ini merupakan salah satu rangkaian perayaan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung yang bertujuan mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjadi hiburan bagi warga. Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Tugu Adipura menunjukkan besarnya minat warga terhadap kegiatan tahunan tersebut. (Rfk)








