Prof. Wan, sapaan akrab Rektor UIN Raden Intan, dikenal karena komitmennya menjadikan kampus sebagai institusi pendidikan tinggi berwawasan lingkungan. Kampus yang berlokasi di Bandar Lampung ini berhasil mempertahankan predikat Green Campus.
Selain itu, UIN Raden Intan juga meraih penghargaan pengelolaan informasi publik terbaik di lingkungan PTKIN. Pemberitaan mengenai tata kelola lingkungan dan transparansi informasi menjadi pendorong utama meningkatnya popularitas rektor yang satu ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tren ini menunjukkan bahwa rektor PTKIN kini tidak hanya berperan sebagai pemimpin kampus, tetapi juga menjadi aktor penting dalam panggung pendidikan nasional dan internasional. Mereka menjadi wajah baru transformasi pendidikan Islam Indonesia.
Berbagai capaian monumental membuat para rektor PTKIN ramai menghiasi pemberitaan nasional. Mulai dari peringkat internasional, inovasi digital, hingga kepemimpinan strategis dalam agenda nasional, nama-nama ini menjadi sorotan publik dan simbol transformasi pendidikan Islam di Indonesia.
Empat Rektor PTKIN Lainnya
Selain Prof. Wan Jamaluddin, empat rektor PTKIN lainnya yang masuk dalam daftar paling populer adalah:
1. Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, MA
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini tampil sebagai figur paling menonjol. Media kerap menyebutnya sebagai simbol “kebangkitan PTKIN di kancah global”.
Keberhasilan UIN Jakarta menembus peringkat 42 besar perguruan tinggi terbaik se-Indonesia versi QS World University Rankings (WUR) Asia 2026 menjadi momentum besar yang mengangkat namanya. Kampus yang dipimpinnya juga meraih penghargaan Website dan Media Sosial Terbaik pada Humas Kemenag Award 2025.
Sorotan lain datang dari capaian skor Science and Technology Index (SINTA) tertinggi se-PTKIN yang diumumkan pada awal Januari 2026.
2. Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I
Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mencuri perhatian publik dalam perannya sebagai Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN 2026.
Sejak akhir Desember 2025, pemberitaan mengenai peluncuran Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN)-PTKIN dan Ujian Masuk (UM)-PTKIN cukup mendominasi portal berita nasional. Media menyebutnya sebagai salah satu figur yang mendorong “Pendidikan Islam Inklusif”, terlebih dengan inovasi digital sistem seleksi masuk yang ramah difabel dan semakin efisien.
3. Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D
Rektor UIN Alauddin Makassar tetap menjadi magnet pemberitaan. Kepribadiannya yang komunikatif dan piawai berbahasa ala Generasi Z membuatnya populer di media sosial maupun berita daring.
Penghargaan kategori Pengelolaan Komunikasi Inovatif pada Humas Kemenag Award 2025 semakin mengukuhkan reputasinya sebagai rektor yang dekat dengan publik, khususnya generasi muda.
4. Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga tak kalah disorot media. Masuknya UIN Bandung ke daftar universitas terbaik dunia versi Times Higher Education (THE) WUR 2026 membuatnya kerap dijadikan narasumber utama dalam isu penguatan riset nasional.
Konsistensi kampusnya dalam performa publikasi ilmiah menjadi alasan utama popularitasnya meningkat di kalangan akademisi dan media massa.
Kelima rektor ini menunjukkan bahwa PTKIN kini telah bertransformasi menjadi institusi pendidikan tinggi yang kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. (Ky/*)
