#SoehartoBukanPahlawan: Klasika Lampung Adakan Diskusi Tolak Gelar Pahlawan

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Komunitas Kelompok Studi Kader (Klasika) Lampung menyatakan penolakan terhadap keputusan pemerintah yang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

Penetapan gelar tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/2025 yang diumumkan pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Direktur Klasika Ahmad Mufid mengatakan, langkah pemerintah tersebut memicu reaksi luas di ruang publik.

Sebagian pihak menilai penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Soeharto terhadap stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi pada masa Orde Baru.

Namun, menurut Mufid tak sedikit pula yang mengecam keputusan tersebut karena dianggap mengabaikan sejarah kelam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa pemerintahan Soeharto.

Lebih lanjut ia menyampaikan, penolakan terhadap gelar itu juga bergema di media sosial melalui tagar #SoehartoBukanPahlawan, yang digaungkan oleh warganet, aktivis, akademisi, serta keluarga korban kekerasan negara.

“Gerakan ini menjadi simbol perlawanan moral terhadap upaya pelupaan sejarah dan penormalan kekuasaan yang menindas,” kata Mufid saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan, sebagai bentuk refleksi dan kesadaran publik, Klasika Lampung menggelar diskusi bertajuk “DialoKlasika: #SoehartoBukanPahlawan”, Selasa (11/11/2025) malam, di Rumah Ideologi Klasika, Sukarame, Bandar Lampung.

Baca juga:  Kostiana Harap Pers Terus Jalankan Peran Strategis Sebagai Pilar Demokrasi 

Diskusi tersebut menghadirkan dua pemantik, yakni Prabowo Pamungkas dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung dan Yogi Prazani dari Gusduran Lampung.

Baca juga:  Gubernur Lampung Sambut Ribuan Massa Pendemo Dengan Aksi Damai

Kegiatan ini terbuka untuk seluruh kalangan dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdialog serta mengingat kembali pentingnya menjaga nalar kritis terhadap sejarah bangsa.

“Gerakan ini bukan semata menolak gelar, tapi juga menjaga agar bangsa ini tidak kehilangan akal sehat dalam menilai sejarah. Melawan lupa adalah bagian dari perjuangan itu sendiri,” tutupnya.

Berita Terkait

INFORMASI KEHILANGAN
DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung
Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan
Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu: Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa
Lukir Kursi Jabatan, Budhi Darmawan ke ESDM – Febrizal Levi ke PSDA
Temukan Kejanggalan – PKC PMII Lampung Desak Kejagung RI Ambil Alih Proses Hukum (AD) Mantan Gubernur Lampung
Jawab Keluhan Masyarakat, Gubernur Mirza Realisasikan 3 Paket Perbaikan Jalan di Way Kanan
Akibat Jalan Rusak Bertahun-tahun – Bupati Lambar Digunjing Warganet, “Dinasti Terancam Runtuh”
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:42 WIB

INFORMASI KEHILANGAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:47 WIB

DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung

Sabtu, 11 April 2026 - 06:43 WIB

Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan

Kamis, 9 April 2026 - 16:36 WIB

Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu: Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa

Kamis, 9 April 2026 - 03:04 WIB

Temukan Kejanggalan – PKC PMII Lampung Desak Kejagung RI Ambil Alih Proses Hukum (AD) Mantan Gubernur Lampung

Rabu, 8 April 2026 - 16:14 WIB

Jawab Keluhan Masyarakat, Gubernur Mirza Realisasikan 3 Paket Perbaikan Jalan di Way Kanan

Senin, 6 April 2026 - 06:27 WIB

Akibat Jalan Rusak Bertahun-tahun – Bupati Lambar Digunjing Warganet, “Dinasti Terancam Runtuh”

Sabtu, 4 April 2026 - 09:50 WIB

Triga Lampung Desak Kepastian Hukum PT PSMI, Petani Tebu Way Kanan Terancam Rugi Akibat Penundaan Panen

Berita Terbaru

BERITA

INFORMASI KEHILANGAN

Kamis, 16 Apr 2026 - 06:42 WIB

POLITIK

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Dinamika Politik

Senin, 13 Apr 2026 - 17:40 WIB