Wagub Jihan: Literasi Digital Kunci Hadapi Tantangan Era Artificial Intelligence

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:45 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka kegiatan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) secara virtual bertempat di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu (14/01/2025).

Wakil Gubernur Jihan Nurlela dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Lampung yang dinilai konsisten mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan literasi digital, khususnya terkait perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mafindo Lampung dan seluruh jejaringnya yang selama ini dengan sabar dan konsisten mengedukasi masyarakat tentang literasi digital,” ujar Jihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, Mafindo Lampung juga terus berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat, baik di lingkungan pendidikan maupun institusi lainnya, terkait pemanfaatan AI serta kewaspadaan terhadap kejahatan siber. Kegiatan tersebut kerap dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Hari ini kita hidup di era yang menarik sekaligus menantang. Anak-anak kita mungkin duduk di kamar, tetapi dunianya bisa berkeliling dunia,” ungkapnya.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 229 juta orang. Kondisi tersebut menjadikan dunia digital sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga sehari-hari.

Menurut Wagub, derasnya arus informasi di internet menghadirkan manfaat sekaligus risiko. Tidak semua informasi yang beredar bersifat benar dan bermanfaat, sehingga peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengarahkan dan mendampingi anak dalam penggunaan teknologi digital.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini telah ada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mulai berlaku pada Maret 2026, mengatur penggunaan gawai dan media sosial bagi anak, memperkuat peran orang tua, serta mewajibkan platform digital untuk turut melindungi anak-anak,” jelasnya.

Namun demikian, Jihan menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup tanpa peran aktif keluarga dan sinergi dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, kegiatan AI Ready ASEAN untuk Orang Tua dinilai sangat relevan untuk membantu masyarakat memahami teknologi AI secara bijak.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, Bapak dan Ibu tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga semangat untuk berbagi ilmu dan menerapkannya dalam mendidik anak, keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menyampaikan bahwa AI memiliki manfaat besar, namun juga menyimpan risiko yang perlu dipahami dan dimitigasi bersama. 

“Kita harus siap menjaring manfaat AI sekaligus siap melakukan mitigasi risikonya. Tidak mungkin kita hanya ingin manfaatnya tanpa memahami risikonya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerangka program AI Ready ASEAN telah disiapkan untuk membantu guru, orang tua, dan siswa agar menjadi masyarakat yang siap menghadapi perkembangan AI secara seimbang dan bertanggung jawab.

Di kesempatan yang sama, Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menjelaskan bahwa program AI Ready ASEAN merupakan inisiatif regional yang digagas oleh ASEAN Foundation dan didukung penuh oleh google.org, dengan target menjangkau 5,5 juta individu di 10 negara ASEAN.

“Program ini tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga training of trainers, pembelajaran mendalam, serta riset untuk mengukur kompetensi guru, orang tua, dan siswa di seluruh ASEAN,” jelasnya. 

Ia berharap masyarakat tidak menjadikan AI sebagai momok, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.

“Silakan belajar dan mencari tahu tentang AI. Kami berharap AI justru membantu pekerjaan Bapak dan Ibu ke depan serta menghapus stigma negatif terhadap AI,” pungkasnya. 

Berita Terkait

Pemprov Lampung Kaji Dampak Lingkungan Tambang di Way Kanan
Gubernur Mirza Dorong Penguatan SDM, Hilirisasi dan Infrastruktur untuk Dongkrak Ekonomi Pesawaran
Pemprov Lampung Bahas Penyelesaian Aset Daerah Jelang Monitoring KPK 2026
Gubernur Lampung Lepas Brigjen Haryantana yang Dimutasi Jadi Kasdam XVII/Cendrawasih
Pemprov Lampung apresiasi 4 siswa penemu celah keamanan pada situs NASA
Gubernur Lampung: Miliki kemandirian fiskal dengan optimalisasi PAD
Lampung sediakan mudik gratis dalam daerah menggunakan bus
Pemprov Lampung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:26 WIB

Pesta Rakyat Meriah, tapi Warga Lampung Timur Tanya: Kapan Jalan Diperbaiki dan Siltap Dibayar?

Sabtu, 25 April 2026 - 15:35 WIB

GRL Way Kanan Perkuat Pembinaan Atlet Muda Lewat KAKIMAL Cup 2026

Jumat, 24 April 2026 - 16:59 WIB

Tambah Armada dan Tank Container, DLH Bandar Lampung Perkuat Pengelolaan Sampah 2026

Rabu, 15 April 2026 - 06:47 WIB

DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung

Sabtu, 11 April 2026 - 06:43 WIB

Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan

Kamis, 9 April 2026 - 16:36 WIB

Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu: Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa

Kamis, 9 April 2026 - 16:29 WIB

Lukir Kursi Jabatan, Budhi Darmawan ke ESDM – Febrizal Levi ke PSDA

Kamis, 9 April 2026 - 03:04 WIB

Temukan Kejanggalan – PKC PMII Lampung Desak Kejagung RI Ambil Alih Proses Hukum (AD) Mantan Gubernur Lampung

Berita Terbaru

Exit mobile version