Diskusi Panel Halaqah Bahas Transformasi Keilmuan dan Strategi Penguatan Tri Fungsi Pesantren

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Dua narasumber hadir dalam diskusi panel Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren yang digelar di UIN Raden Intan Lampung. Keduanya membahas secara mendalam arah transformasi pesantren, penguatan tradisi keilmuan, hingga strategi memajukan tiga fungsi utama pesantren di era modern. Diskusi dipandu oleh akademisi UIN Raden Intan Lampung, Dr. Wahyu Iryana, M.Ag, Sabtu (15/11/2025).

Mereka adalah KH. Shodiqul Amin, Rois Syuriah PWNU Lampung sekaligus Pimpinan Ponpes Darul Ishlah Simpang 5 Tulang Bawang, dan KH. Ihya Ulumuddin, Wakil Rois Syuriah PWNU Lampung sekaligus Pimpinan Ponpes Madarijul Ulum Bandar Lampung.

Narasumber pertama, KH. Shodiqul Amin, memaparkan materi bertema Transformasi Keilmuan Pesantren: Penguatan Kitab Kuning pada Direktorat Jenderal Pesantren. Ia menegaskan bahwa seluruh perubahan yang terjadi di pesantren tidak boleh melepaskan diri dari akar utama tradisi keilmuan pesantren, yakni kitab kuning yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu.

Mengawali paparannya, KH. Shodiqul Amin menegaskan bahwa akar keilmuan pesantren bersumber dari tradisi kitab kuning yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu. Ia menyebut bahwa pesantren sejak dahulu dibangun di atas prinsip al-muhafadhah ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah yaitu memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

“Akar filosofi pesantren itu jelas, yaitu menjaga tradisi lama yang baik. Sistem sorogan dan bandongan adalah warisan luhur yang tidak boleh hilang. Di situlah jiwa pesantren dibangun, dari interaksi langsung antara santri dan kiai, satu per satu menghadap, membaca, disimak, dan dibimbing,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa pesantren masa kini telah mengembangkan sistem baru tanpa meninggalkan ruh tradisi. Ia mencontohkan variasi satuan pendidikan di pesantren, mulai dari Madrasah, MTs, MA, hingga perguruan tinggi seperti Ma’had Aly maupun sekolah tinggi.

“Setiap pesantren punya model sendiri, tapi tujuannya sama. Dan yang tidak bisa ditinggalkan adalah kitab kuning. Jangan sampai pesantren berdiri, tapi kiainya tidak bisa membaca kitab kuning. Ini bahaya, na’udzubillah” tegasnya.

Dalam pandangannya, pesantren harus kembali menguatkan kualitas pembelajaran kitab kuning karena itulah identitas pesantren. Ia juga mengingatkan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi benteng peradaban yang sejak dahulu menjadi penjaga keutuhan bangsa.

Baca juga:  Pendaftaran SPAN-PTKIN 2026 Diperpanjang, Ini 31 Program Studi UIN Raden Intan Lampung

Sementara itu, KH. Ihya Ulumuddin dalam paparannya menyoroti urgensi penguatan Tri Fungsi Pesantren yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa perkembangan jumlah pesantren dan santri harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kelembagaannya.

“Pertumbuhan pesantren harus dibarengi penguatan tiga fungsi dasarnya. Bukan hanya soal jumlah santri, tapi bagaimana kualitas pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat berjalan seimbang,” ujarnya.

Ia menguraikan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 menegaskan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mencetak individu unggul, moderat, dan cinta tanah air. Karena itu, kurikulum pesantren harus adaptif tanpa menghilangkan karakter khas pesantren.

Baca juga:  LDS Luncurkan Kelas Epistemologi Politik dan Modul Pendidikan Politik di Lampung

Ia juga memaparkan berbagai tantangan internal pesantren seperti keterbatasan sumber daya manusia, manajemen kelembagaan, serta adaptasi teknologi. Tantangan eksternal seperti globalisasi, budaya populer, hingga stigma sosial turut menjadi perhatian.

“Hari ini santri harus bisa bahasa Inggris, harus melek digital. Dakwah pun sudah berubah. Media sosial itu bukan pilihan, itu keharusan. Penguatan jejaring antar-pesantren juga penting agar dakwah lebih efektif,” tambahnya.

Pada aspek pemberdayaan masyarakat, KH. Ihya menekankan pentingnya penguatan ekonomi pesantren melalui koperasi, UMKM, hingga lembaga keuangan syariah. Menurutnya, pesantren harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi umat.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas santri dan persepsi masyarakat adalah faktor yang memperkuat keberlangsungan pesantren.

“Brosur terbaik pesantren itu bukan kertas cetakan, tapi alumni. Kalau alumninya berkualitas, masyarakat yang akan mempromosikan pesantren itu sendiri,” tutupnya. 

Berita Terkait

SMP Wijaya Kusuma Hadirkan Budidaya Ikan Lele sebagai Sarana Edukasi Inovatif
Lanjutkan Sinergi, Rektor dan Pimpinan Baru UIN RIL Audiensi dengan Walikota Bandar Lampung
Posko Masjid Ramah Pemudik UIN RIL Berikan Pelayanan Humanis
UIN Raden Intan Lampung Gandeng Masjid Raya Airan Dirikan Posko Ramah Pemudik
UIN RIL– UNM Implementasi Kerja Sama Lewat Diskusi Buku Sejarah Bangsa
Rumah Film KPI Putar Perdana Karya Film ‘Teguh’
PW IPPNU Lampung Audiensi dengan Kakanwil Kemenag, Perkuat Sinergi Literasi dan Moderasi Beragama
Buka Puasa, Buka Fakta: Ramadan, Talangsari, dan Ikhtiar Menegakkan Keadilan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:42 WIB

INFORMASI KEHILANGAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:47 WIB

DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung

Sabtu, 11 April 2026 - 06:43 WIB

Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan

Kamis, 9 April 2026 - 16:36 WIB

Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu: Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa

Kamis, 9 April 2026 - 03:04 WIB

Temukan Kejanggalan – PKC PMII Lampung Desak Kejagung RI Ambil Alih Proses Hukum (AD) Mantan Gubernur Lampung

Rabu, 8 April 2026 - 16:14 WIB

Jawab Keluhan Masyarakat, Gubernur Mirza Realisasikan 3 Paket Perbaikan Jalan di Way Kanan

Senin, 6 April 2026 - 06:27 WIB

Akibat Jalan Rusak Bertahun-tahun – Bupati Lambar Digunjing Warganet, “Dinasti Terancam Runtuh”

Sabtu, 4 April 2026 - 09:50 WIB

Triga Lampung Desak Kepastian Hukum PT PSMI, Petani Tebu Way Kanan Terancam Rugi Akibat Penundaan Panen

Berita Terbaru

BERITA

INFORMASI KEHILANGAN

Kamis, 16 Apr 2026 - 06:42 WIB

POLITIK

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Dinamika Politik

Senin, 13 Apr 2026 - 17:40 WIB