Komisi V DPRD Lampung Dukung Inisiatif Perda Anti LGBT

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yanuar mengatakan, aspirasi yang disampaikan Lampung Anti LGBT disambut baik, terutama karena disertai data dan fakta lapangan yang dinilai mengkhawatirkan. Komisi V, kata dia, akan mendorong agar rencana perda tersebut masuk dalam pembahasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

“Dengan data-data yang mereka sampaikan, kami menyambut baik aspirasi ini. Tahun 2026 nanti akan menjadi inisiatif perda dari Komisi V dan selanjutnya masuk ke Bapemperda,” ujar Yanuar.

Menurut Yanuar, isu perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dinilai mendesak karena berkaitan dengan dampak sosial dan kesehatan masyarakat. Ia menyoroti data yang disampaikan dalam audiensi tersebut, termasuk klaim jumlah kasus di Bandar Lampung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data yang disampaikan, bahkan di Bandar Lampung saja disebutkan lebih dari 37 ribu orang terpapar perilaku tersebut. Dokter Sasa Chalim yang mendampingi audiensi juga menyampaikan bahwa RSUD Abdul Moeloek banyak menangani pasien dengan kasus serupa. Ini menurut kami sudah sangat urgen,” ujarnya.

Baca juga:  Wujud Komitmen, LP3H PW GP Ansor Lampung Gelar Rekruitmen Pelatihan Pendampingan Proses Produk Halal

Ia menilai, keberadaan perda dapat menjadi payung hukum bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Paling tidak, dengan adanya perda, kita memiliki dasar hukum untuk menyampaikan kepada masyarakat. Minimal dimulai dari menjaga keluarga masing-masing,” jelasnya.

Yanuar menjelaskan, sesuai kesepakatan rapat pimpinan (rapim), usulan perda inisiatif DPRD akan dimasukkan pada awal tahun, yakni Januari hingga Februari. Komisi V memastikan Rancangan Perda (Raperda) Anti LGBT menjadi salah satu usulan prioritas.

Ia juga mengungkapkan bahwa Lampung Anti LGBT telah bertemu dengan Ketua DPRD Lampung, Gubernur, dan Wakil Gubernur Lampung, serta mengklaim telah mendapat dukungan. Naskah akademik raperda tersebut juga telah diserahkan ke Bapemperda.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam proses pembahasannya,” pungkas Yanuar.

Sementara itu, Koordinator Lampung Anti LGBT, Firmansyah Y. Alfian, menyebut gerakan ini muncul karena fenomena LGBT yang dinilai semakin terbuka, terutama di media sosial.

Baca juga:  Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi Bencana Megathrust Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

“Secara terbuka mereka mengakui sebagai gay, homo, dan sebagainya. Ini berdasarkan hasil pemantauan kami,” ujarnya.

Menurut Firmansyah, fenomena tersebut ditemukan di berbagai lingkungan, mulai dari institusi pendidikan hingga profesi tertentu.

“Kami temukan di berbagai tempat, termasuk di lingkungan pendidikan dan tenaga kesehatan. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan yang diinisiasinya tidak membenci individu, melainkan menolak perilaku yang dianggap menyimpang. Perda diharapkan menjadi dasar edukasi, sosialisasi, dan langkah preventif, khususnya bagi generasi muda.

“Kami tidak membenci orangnya, tetapi perilakunya. Tujuan kami adalah edukasi, sosialisasi, serta menyiapkan sarana rehabilitasi bagi mereka yang ingin berubah,” tegasnya.

Firmansyah menambahkan, pendekatan pidana bukan tujuan utama. Namun, jika ditemukan unsur tindak pidana, penegakan hukum tetap diperlukan.

Ia juga mengklaim, berdasarkan pemantauan media sosial, jumlah komunitas LGBT di Lampung mencapai hampir 100 ribu akun, dan menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan jumlah tertinggi kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.

Baca juga:  Aprozi Alam Terima SK Plt Ketua DPD II Partai Golkar Lampung Utara

“Yang mengkhawatirkan, kecenderungan tersebut dinilai semakin tersamarkan dan bahkan dianggap sebagai gaya hidup, termasuk di lingkungan kampus. Inilah yang ingin kami cegah,” katanya.

Firmansyah menegaskan pihaknya menghargai perbedaan pendapat dan siap berdiskusi secara terbuka, termasuk terkait isu hak asasi manusia (HAM).

“HAM tidak boleh bertentangan dengan agama. Kami siap berdiskusi secara terbuka,” ujarnya.

Ia menutup dengan menyebutkan bahwa jika Perda Anti LGBT disahkan, Lampung berpotensi menjadi provinsi pertama yang memiliki regulasi tersebut di tingkat provinsi, sementara di sejumlah kabupaten/kota di daerah lain regulasi serupa telah diterapkan atau tengah dibahas.

“Dengan perda, tanggung jawab menjadi bersama dan negara hadir menyelesaikan persoalan ini,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Masa FAGAS Kepung Kejati Lampung, Sampaikan 7 Pernyataan Sikap Terbuka
Ketum WLC Henry Kurniawan Yuza Pimpin Puluhan Jeep Willys Meriahkan Parade di HUT Bandar Lampung ke 344
Jeep Willys Eks Perang Dunia II Jadi Primadona Parade HUT ke-344 Bandar Lampung
Wagub Jihan Nurlela Tinjau Calon Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung, Lakukan Percepatan Operasional untuk Memperkuat Pelayanan Veteriner yang Modern, Terintegrasi dan Mudah Diakses Masyarakat
Buka Rakor TKPKD se-Provinsi Lampung Tahun 2026, Wagub Jihan Nurlela Minta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Perkuat Sinergi dan Validasi Data untuk Tekan Angka Kemiskinan
Jelang MPLS Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Wagub Jihan Nurlela Matangkan Persiapan Operasional Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru dan kawasan Islamic Center Sukadana, Lampung Timur
Wagub Jihan Temui Pendemo Mahasiswa PMII yang Sampaikan Aspirasi tentang Persoalan Nasional dan Daerah, segera Dikoordinasikan Pemecahannya dengan OPD Terkait dan Instansi Vertikal
Jadi Ruang Perekat Persaudaraan dan Penghormatan, Panji Sewu Gelar Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 05:42 WIB

Masa FAGAS Kepung Kejati Lampung, Sampaikan 7 Pernyataan Sikap Terbuka

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:55 WIB

Ketum WLC Henry Kurniawan Yuza Pimpin Puluhan Jeep Willys Meriahkan Parade di HUT Bandar Lampung ke 344

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:16 WIB

Jeep Willys Eks Perang Dunia II Jadi Primadona Parade HUT ke-344 Bandar Lampung

Senin, 29 Juni 2026 - 15:53 WIB

Buka Rakor TKPKD se-Provinsi Lampung Tahun 2026, Wagub Jihan Nurlela Minta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Perkuat Sinergi dan Validasi Data untuk Tekan Angka Kemiskinan

Senin, 29 Juni 2026 - 15:46 WIB

Jelang MPLS Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Wagub Jihan Nurlela Matangkan Persiapan Operasional Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru dan kawasan Islamic Center Sukadana, Lampung Timur

Senin, 29 Juni 2026 - 13:54 WIB

Wagub Jihan Temui Pendemo Mahasiswa PMII yang Sampaikan Aspirasi tentang Persoalan Nasional dan Daerah, segera Dikoordinasikan Pemecahannya dengan OPD Terkait dan Instansi Vertikal

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:07 WIB

Jadi Ruang Perekat Persaudaraan dan Penghormatan, Panji Sewu Gelar Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:32 WIB

Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 Digelar di Provinsi Lampung, Dipimpin Langsung Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai Fondasi Data Pembangunan Ekonomi

Berita Terbaru