NGO PERANG Ungkap Indikasi Sistemik Penyimpangan Anggaran di 10 OPD Lampung Barat

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 05:08 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG BARAT – Ketua Umum NGO Pelopor Rakyat Menggugat (PERANG) Provinsi Lampung, Kadi Saputra, mengungkapkan temuan indikasi permasalahan sistemik dalam pengelolaan anggaran dan pengadaan barang/jasa di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lampung Barat pada tahun anggaran 2024 dan 2025.

Kadi menegaskan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara oleh pelaku korupsi tidak menghapus tindak pidana yang telah dilakukan. Mengacu pada Pasal 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, proses hukum pidana tetap harus dijalankan meskipun pelaku mengembalikan uang hasil korupsi, karena korupsi merupakan delik formil yang terpenuhi saat perbuatan dilakukan.

Pola Permasalahan Sistemik

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil penelusuran awal menunjukkan beberapa pola permasalahan umum di berbagai OPD, antara lain ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran, minimnya dokumentasi dan transparansi, dominasi penyedia tertentu yang mengindikasikan kurangnya kompetisi sehat, serta kelemahan pengawasan dan audit internal. Pemecahan paket pengadaan bernilai kecil juga terindikasi dilakukan untuk menghindari prosedur tender.

Temuan di Berbagai OPD

Pada Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, hasil pemeriksaan BPK terhadap pengelolaan retribusi pasar menunjukkan pendataan potensi pasar belum memadai, penunjukan pengelola pasar tidak sesuai ketentuan, dan terdapat penerimaan retribusi yang belum disetorkan. Ditemukan pula kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi pada Pembangunan Pasar Tematik Wisata Lumbok Seminung.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dihebohkan dugaan penipuan terhadap 46 kepala sekolah terkait Bantuan Revitalisasi Sekolah. Ditemukan indikasi SPJ fiktif senilai Rp28.807.550 untuk belanja ATK, alat kelistrikan, dan peralatan kebersihan di beberapa SDN, serta dugaan penyelewengan anggaran pengadaan 26 paket mebel sekolah.

Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, pembangunan gedung perpustakaan senilai Rp9,7 miliar terindikasi menjadi ajang bancakan dengan ditemukan kekurangan volume pekerjaan pada item beton, pasangan dinding, lantai, kusen, serta ketidaksesuaian spesifikasi pengeboran dan pemasangan bored pile.

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura tercatat melakukan realisasi Belanja Tidak Terduga untuk Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang tidak sesuai ketentuan, termasuk kekurangan volume atas paket tenda dan kursi serta pertanggungjawaban yang tidak berdasarkan kondisi sebenarnya.

Permasalahan serupa juga ditemukan di RSUD Alimuddin Umar, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perikanan, serta Sekretariat Daerah dan DPRD, dengan indikasi belanja barang/jasa yang tidak sesuai ketentuan dan dugaan SPJ fiktif.

Pola Pembiaran Berpotensi KKN

NGO PERANG mengidentifikasi adanya pola pembiaran yang berpotensi mengarah ke dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), meliputi minimnya tindakan koreksi terhadap temuan berulang, kurangnya transparansi dalam pemilihan penyedia, hubungan tidak wajar antara oknum pegawai OPD dan penyedia tertentu, pengendalian internal yang lemah, serta rendahnya sanksi administratif.

Rekomendasi Tindakan

Kadi Saputra merekomendasikan perlunya audit tematik lintas-OPD untuk tahun anggaran 2024-2025, evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan SIRUP dan kesesuaiannya dengan realisasi LPSE, penerapan e-Monitoring berbasis aplikasi, serta rotasi pegawai pada posisi strategis pengadaan barang/jasa untuk meminimalkan potensi konflik kepentingan.

Penelusuran ini tidak dimaksudkan untuk menuduh individu atau OPD tertentu, namun memberikan gambaran umum mengenai potensi penyimpangan agar dapat segera dilakukan pembenahan oleh pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola yang akuntabel, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berita Terkait

UU PRT: Akhir Penantian Dua Dekade yang Belum Usai
KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Dinamika Politik
Jaga Stabilitas Harga dan Kualitas Pangan, Pemprov Lampung Intensifkan Pengawasan Pasar
Jalan Rusak, Uang Rakyat Dipertanyakan: FORMALIS Soroti Dugaan KKN dan Gratifikasi di Balik Proyek Miliaran Rupiah Bina Marga Lampung
Tegas…!, Parosil Minta Seluruh Kader PDI Perjuangan Lambar Aktif Turun ke Akar Rumput Bantu Masyarakat
Darlian Pone Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Ketua Golkar Way Kanan
Peringati Harlah ke-58, KOPRI Lampung Gandeng Pemerintah Provinsi Berantas Kekerasan Seksual
Momentum Hari Ibu, Kostiana Tegaskan Peran Besar Ibu sebagai Fondasi Awal Kehidupan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:00 WIB

Andan Jejama: Spirit Kepemudaan dalam Membangun Pesawaran

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:59 WIB

Gubernur Mirza Pimpin Rapat Pengembangan Ekonomi Daerah, Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Dukung Target Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:49 WIB

Jelang Sertijab Akhir Juni 2026, Danbrigif 4 BS Kolonel Marinir Supriadi Tarigan Pamit, Gubernur Mirza Beri Apresiasi atas Dedikasi dalam Mendukung Pembangunan Lampung

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:39 WIB

Sekdaprov Marindo Kurniawan Hadiri Rapat Paripurna DPRD terkait Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:28 WIB

Sekdaprov Lampung: Belanja Wajib, Jadi Prioritas Utama APBD

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:47 WIB

Riza Fahlevi Resmi Nahkodai PKB Pesisir Barat Masa Bakti 2026–2031

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Wagub Jihan Dorong IPM Lampung Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:43 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RSUD KH M Tohir Di Kabupaten Pesisir Barat

Berita Terbaru

BERITA

Andan Jejama: Spirit Kepemudaan dalam Membangun Pesawaran

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:00 WIB

Exit mobile version