Sinergi Pemprov Lampung dan Pemprov Jawa Timur Perkuat Perdagangan, Investasi, dan Hilirisasi Komoditas Antarwilayah

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Diksi NusantaraGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewujudkan kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya memperkuat konektivitas perdagangan, investasi, dan hilirisasi komoditas antarwilayah.

Jalinan kerja sama tersebut diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait kedua provinsi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Lampung di Ballroom Swiss-Belhotel, Bandarlampung, Kamis (7/8/2025).

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Mirza dan Gubernur Khofifah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Mirza menegaskan Provinsi Lampung sebagai gerbang pintu Sumatera menyambut baik kerjasama ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat ketahanan ekonomi regional dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah ke dua provinsi.

“Jawa Timur adalah gerbang baru Nusantara, dan Lampung merupakan pintu gerbang Sumatera. Jika kedua wilayah ini bersinergi, akan tercipta aliran aktivitas ekonomi yang saling menguntungkan,” ujar Gubernur Mirza.

Mirza menyebut di tengah tantangan perlambatan ekonomi global yang sedang mengguncang banyak negara, ekonomi Indonesia masih tumbuh positif termasuk Provinsi Lampung.

Baca juga:  BANJIR KEMBALI TERJADI DI BANDAR LAMPUNG : KEBIJAKAN PEMBANGUNAN  TAK SEJALAN DENGAN PRINSIP BERKELANJUTAN

“Lampung mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,09% pada Triwulan II Tahun 2025,” katanya.

Kemudian, inflasi Lampung pada bulan Juli tercatat sebesar 2,63%. “Ini adalah bukti bahwa perekonomian rakyat tetap bergerak, tingkat harga relatif stabil dan terkendali, dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar semakin baik,” ujarnya.

Mirza menjelaskan Lampung dikenal sebagai daerah penghasil sejumlah komoditas unggulan seperti kopi, kakao, lada, karet, padi, jagung, singkong, nanas, dan pisang.

Melalui kerja sama ini, Pemprov Lampung ingin memperluas pasar dan mendorong hilirisasi dengan menggandeng provinsi yang telah memiliki infrastruktur industri kuat seperti Jawa Timur.

“Kita ingin menjalin kerja sama yang baik. Lampung selalu menjual bahan pertanian dalam bentuk mentah. Kini saatnya kita menjalin kemitraan dengan daerah-daerah yang sudah mampu mengolah dan menghilirisasi produk, dan Jatim menjadi salah satu fokus kami,” katanya.

Mirza juga membuka peluang bagi para pengusaha Jawa Timur untuk berinvestasi langsung di Lampung, khususnya dalam membangun industri pengolahan berbasis komoditas lokal.

Baca juga:  Pembangunan Infrastruktur Jalan Tahun 2025 Capai 70 Persen

“Dengan begitu, akan tercipta nilai tambah di daerah asal dan memperkuat struktur ekonomi lokal,” ujarnya.

Mirza berharap ke depan, kerja sama ini tidak hanya menjadi hubungan dagang semata, melainkan juga menjadi langkah awal pengembangan kawasan industri terpadu, peningkatan kapasitas SDM, serta kerja sama antarpengusaha dari kedua daerah.

“Mari kita untung bersama, berkembang bersama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut pula dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Jatim dengan Bank Lampung.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kerja sama yang berkelanjutan antara Provinsi Jawa Timur dan Lampung.

Ia menyampaikan berbagai peluang sinergi antara kedua provinsi selama ini sudah mulai terjalin.

“Jawa Timur membeli green bean kopi dan tapioka dari Lampung, sementara untuk bibit tertentu Lampung juga membeli dari Jawa Timur. Ini menunjukkan adanya hubungan saling melengkapi yang dapat kita kembangkan lebih jauh,” ujar Khofifah.

Baca juga:  Tinjau Pasar Natar, Gubernur Mirza Temukan Harga Minyak Goreng Lebih Tinggi dari HET

Khofifah mengajak untuk mengidentifikasi keunggulan kompetitif dan komparatif dari produk-produk unggulan masing-masing daerah.

“Bagaimana kita membangun kerja sama yang saling menguatkan antar daerah, menjadi kunci utama yang harus terus kita perkuat,” katanya.

Khofifah menyampaikan bahwa penandatanganan kerjasama antara Bank Jatim dan Bank Lampung juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat perekonomian kedua provinsi.

Ia menekankan bahwa pertemuan ini bukan hanya soal jumlah transaksi jual-beli, tetapi lebih pada kontinuitas dan nilai tambah yang dapat diciptakan bersama.

“Ini sangat penting untuk kita tindaklanjuti secara serius agar kedua daerah terus berkembang dan maju bersama,” katanya.

Ia berharap dalam waktu dekat Gubernur Lampung beserta jajaran dapat melakukan kunjungan balasan ke Jawa Timur.

Dalam acara ini, juga adanya penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kadin, HIPMI, IWAPI, serta REI Jawa Timur dan Lampung serta komitmen transaksi perdagangan antara pelaku usaha Jawa Timur dan Lampung.(Adpim)

Berita Terkait

Hadiri Pelantikan BKOW, DPRD Lampung IKAD Tegaskan Dukung Penguatan Peran Perempuan
Anggota DPRD Lampung Andika Wibawa Akan Kawal 89.286 Peserta BPJS PBI 2026
Pesangon Rp480 Juta Tak Dibayarkan, Didampingi LBH Ansor Eks Karyawan Koperasi Kekar Mengadu ke DPRD Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Evaluasi Program MBG
Komisi IV DPRD Lampung Optimistis Target 85% Jalan Mantap Tercapai di 2026
DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung Gelar Fit and Proper Test Calon Ketua PAC
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk Capai Target PAD 2026
Wagub Jihan Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan kepada Kwarnas Pramuka, Wujud Keberlanjutan Kepedulian untuk Korban Bencana Sumatera
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:27 WIB

Hadiri Pelantikan BKOW, DPRD Lampung IKAD Tegaskan Dukung Penguatan Peran Perempuan

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:06 WIB

Anggota DPRD Lampung Andika Wibawa Akan Kawal 89.286 Peserta BPJS PBI 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:57 WIB

Pesangon Rp480 Juta Tak Dibayarkan, Didampingi LBH Ansor Eks Karyawan Koperasi Kekar Mengadu ke DPRD Lampung

Selasa, 20 Januari 2026 - 06:20 WIB

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Evaluasi Program MBG

Senin, 19 Januari 2026 - 14:19 WIB

Komisi IV DPRD Lampung Optimistis Target 85% Jalan Mantap Tercapai di 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 12:57 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk Capai Target PAD 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 12:22 WIB

Wagub Jihan Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan kepada Kwarnas Pramuka, Wujud Keberlanjutan Kepedulian untuk Korban Bencana Sumatera

Senin, 19 Januari 2026 - 12:17 WIB

DPRD Lampung Minta Kejelasan Pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru

BERITA

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Evaluasi Program MBG

Selasa, 20 Jan 2026 - 06:20 WIB