Lampung – Komunitas Gusdurian Lampung membuka pendaftaran Kelas Penggerak GUSDURian periode 2025-2026, sebuah program peningkatan kapasitas kepemimpinan bagi generasi muda yang berkomitmen merawat warisan pemikiran Gus Dur. Pendaftaran dibuka mulai 15 hingga 31 Desember 2025.
Program yang menyasar anak muda berusia 20-30 tahun ini hadir sebagai respons terhadap tantangan masyarakat yang semakin terpolarisasi, di mana narasi intoleransi dan politik identitas mudah menyebar. Visi Gus Dur tentang Indonesia yang inklusif dan berkeadilan sosial menjadi sangat relevan namun sekaligus terancam tergeser.
“Kelas ini didesain sebagai agenda peningkatan kapasitas yang sistematis, tidak hanya untuk menguatkan penggerak komunitas GUSDURian yang sudah aktif, tetapi juga merekrut dan membekali calon penggerak baru,” ujar Yogi Prazani, Koordinator Gusdurian Lampung, Minggu (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kurikulum Holistik Tiga Pilar
Program pembelajaran dirancang mencakup tiga pilar utama. Pertama, kepemimpinan yang mengajarkan cara memimpin dengan nilai keteladanan dan visi inklusif ala Gus Dur. Kedua, pengelolaan komunitas yang memberikan keterampilan praktis seperti manajemen gerakan, komunikasi publik, dan strategi gerakan.
Pilar ketiga adalah pendalaman terhadap nilai, pemikiran, dan keteladanan Gus Dur, termasuk sembilan nilai utama Gusdurian, isu toleransi, demokrasi, penghormatan pada HAM, keadilan ekologi, dan pembelaan pada kaum marginal sebagai fondasi ideologis dan moral.

Timeline Pelaksanaan
Program berlangsung selama empat bulan dengan jadwal sebagai berikut:
Kelas I (23-25 Januari 2026): Peserta akan belajar nilai, pemikiran, dan keteladanan Gus Dur serta kepemimpinan yang berperspektif keadilan.
Sensus (1, 8, 13 Februari 2026): Penguatan sensus peserta terhadap lingkungan sekitar dengan pendekatan listening, journaling, dan scenario thinking.
Kelas II (14-15 Februari 2026): Pembelajaran tentang kepemimpinan dan manajemen gerakan komunitas GUSDURian.
Prototipe (16 Februari – 16 Maret 2026): Peserta mengimplementasikan prototipe gerakan secara berkelompok di komunitasnya.
Kelas III (10 April 2026): Peserta mempresentasikan hasil implementasi prototipe gerakan dan dinyatakan lulus sebagai Kelas Penggerak GUSDURian.
Program ini secara khusus menyasar mahasiswa, profesional muda, dan aktivis muda yang sedang dalam fase membentuk identitas dan komitmen sosial. Melalui kelas ini, diharapkan terbangun kader kepemimpinan muda yang tidak hanya paham teori tetapi juga memiliki karakter kuat dan keterampilan praktis untuk menggerakkan komunitas.









