Lelah Menunggu Pemerintah, Warga Triharjo Cor Jalan Swadaya untuk Kelima Kalinya

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:57 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pesawaran — Bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian, warga Dusun Triharjo, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, akhirnya memilih bergerak sendiri. Pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar 150 warga turun bergotong royong melakukan pengecoran jalan secara swadaya.

Salah satu perwakilan warga, Rustam, mengatakan jalan yang diperbaiki tersebut merupakan jalan kabupaten yang hingga kini belum tersentuh perbaikan. Ironisnya, tak jauh dari lokasi, jalan desa juga mengalami kondisi serupa—rusak parah dan membahayakan pengguna.

“Ini sudah gotong royong yang kelima kalinya. Karena kalau menunggu diperbaiki pemerintah, entah sampai kapan,” ujar Rustam, Minggu (25/01/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses vital bagi warga Triharjo. Selain digunakan untuk keluar masuk menuju kebun, jalan itu juga merupakan satu-satunya jalur bagi anak-anak menuju sekolah. Saat musim hujan, kondisi jalan berlumpur dan licin, kerap memicu kecelakaan.

Menurut Rustam, pemerintah dusun setiap tahun telah mengajukan proposal perbaikan jalan ke pemerintah kabupaten. Namun hingga kini, belum ada realisasi di lapangan.

Tak berhenti sampai di situ, warga bahkan masih merencanakan aksi swadaya lanjutan. Minggu depan, para pemuda Triharjo berencana melakukan pengerasan jalan yang kondisinya sudah tidak layak.

Mirisnya, kegiatan tersebut juga dilakukan dengan dana patungan, bahkan anak-anak sekolah ikut iuran demi bisa melewati jalan dengan aman.

Warga berharap Bupati Pesawaran, Nanda Indira, serta anggota DPRD Pesawaran Dapil I Gedung Tataan tidak menutup mata terhadap kondisi yang mereka alami.

“Kami merasa terisolir. Jalan ini sangat membahayakan keselamatan warga dan anak-anak sekolah,” tegas Rustam.

Selain itu, warga juga meminta perhatian langsung dari Gubernur Lampung untuk turun ke lokasi dan melihat langsung kondisi jalan yang selama ini luput dari perhatian.

“Kami berhak mendapatkan pelayanan yang sama seperti daerah lain. Kami juga membayar pajak,” pungkasnya.

Rustam dan perwakilan warga saat memberikan keterangan.

Berita Terkait

Dari Menghafal ke Berdialog: Tantangan Pendidikan Demokrasi di Indonesia
Tahta Tanpa Wingman: Tragedi Komedi Kepemimpinan di Kabupaten Way Kanan
Pelatihan Paralegal LBH Ansor Lampung Dinilai Langkah Strategis Pendidikan Hukum
Broken Strings : Memahami Grooming Sebagai Kejahatan, Bukan Relasi Pribadi
Pilkada Melalui DPRD: Kemunduran Demokrasi Yang Mengkhawatirkan, Hak Rakyat Mulai Dikebiri
Apresiasi Alumni terhadap Kepemimpinan Visioner Prof. Wan Jamaluddin di UIN Raden Intan Lampung
JALAN BARU GERAKAN RAKYAT : DARI KESADARAN OBJEK MENUJU KESADARAN SUBJEK
Efisiensi atau Pembajakan Mandat? Polemik Pilkada via DPRD
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:45 WIB

Relawan Gesit Lampung Rayakan Milad Pertama dengan Family Gathering di Pantai Cakra Pesawaran

Senin, 27 April 2026 - 11:46 WIB

Sinergi Putera Daerah: Lampung Preneur Hub Perkuat Basis Kebijakan Ekonomi Bersama Zulkifli Hasan

Minggu, 26 April 2026 - 16:28 WIB

Pesta Rakyat Meriah, tapi Warga Lampung Timur Tanya: Kapan Jalan Diperbaiki dan Siltap Dibayar?

Sabtu, 25 April 2026 - 15:35 WIB

GRL Way Kanan Perkuat Pembinaan Atlet Muda Lewat KAKIMAL Cup 2026

Jumat, 24 April 2026 - 16:59 WIB

Tambah Armada dan Tank Container, DLH Bandar Lampung Perkuat Pengelolaan Sampah 2026

Kamis, 16 April 2026 - 06:42 WIB

INFORMASI KEHILANGAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:47 WIB

DPC Laskar Lampung Indonesia dan Holland Bakery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bandar Lampung

Sabtu, 11 April 2026 - 06:43 WIB

Mekhanai Kebandakhan Tjindar Bumi Raih Predikat Mekhanai Intelegensia pada Grand Final Muli Mekhanai Lampung Selatan

Berita Terbaru

POLITIK

UU PRT: Akhir Penantian Dua Dekade yang Belum Usai

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:41 WIB

Exit mobile version