Sesditjen Badilag Mahkamah Agung: Lulusan Fakultas Syariah Miliki Banyak Peluang Berkarier dalam Pengembangan Hukum di Indonesia

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar kuliah umum bertajuk Alumni Fakultas Syariah dan Kontribusinya dalam Pengembangan Hukum di Indonesia pada Kamis (30/10/2025) di Ballroom UIN.

Kegiatan ini menghadirkan Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia, sebagai narasumber utama.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama dan para Ketua Pengadilan Agama se-Provinsi Lampung, mahasiswa, serta para ketua dan sekretaris program studi di lingkungan Fakultas Syariah UIN RIL.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag., menyampaikan, Fakultas Syariah merupakan salah satu pilar penting dalam pendidikan tinggi hukum Islam yang memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan sarjana hukum yang tidak hanya memahami teks normatif, tetapi juga mampu menjawab dinamika sosial dan hukum di masyarakat modern.

“Kita patut berbangga karena banyak alumni Fakultas Syariah yang telah menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang, baik sebagai hakim, advokat, pejabat pemerintahan, akademisi, maupun aktivis masyarakat. Mereka menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keislaman dan keilmuan yang dibangun di fakultas ini dapat berkontribusi besar bagi pembangunan hukum nasional yang berkeadilan, bermoral, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Prof. Idrus.

Baca juga:  Sambut Kunjungan KI Lampung, UIN Raden Intan Lampung Komitmen Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Banyak alumni Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung kini berkiprah di lembaga peradilan agama, Mahkamah Agung, serta berbagai perguruan tinggi, baik umum maupun keagamaan, di seluruh Indonesia.

Dalam materinya yang bertajuk Agent of Change, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. menegaskan pentingnya rasa bangga menjadi alumni UIN. Di awal pemaparannya, ia memperkenalkan satu per satu perwakilan para Ketua Pengadilan Tinggi Agama dan para Ketua Pengadilan Agama se-Provinsi Lampung yang hadir. Dengan bangga, ia menyebut bahwa beberapa di antara mereka merupakan lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan juga alumni UIN Raden Intan Lampung.

“Banggalah menjadi alumni UIN. Jangan pernah malu menjadi alumni. Anda bisa menjadi apa saja, berkarier di Mahkamah Agung, menjadi lawyer, mediator, atau profesi lainnya. Tinggal bagaimana tujuan dan kesungguhan anda,” ujarnya.

Arief menegaskan bahwa banyak peluang besar bagi mahasiswa dan lulusan Fakultas Syariah UIN RIL untuk berkarier di lingkungan Mahkamah Agung, terutama di bawah Badan Peradilan Agama.Ia kemudian memaparkan data profil Ditjen Badilag per 28 Oktober 2025. Dari total 446 satuan kerja (satker) yang terdiri atas 34 Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar’iyah Aceh dan 412 Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah, terdapat 2.982 hakim (termasuk pimpinan), 4.333 tenaga teknis non-hakim, dan 5.105 tenaga administrasi. Sementara itu, jumlah perkara yang ditangani pada tahun 2024 mencapai 624.337 perkara.

Baca juga:  UIN Raden Intan Lampung Sosialisasikan Mutu Pendidikan Islam Bidang Kesekretariatan

“Kebutuhan ideal hakim mencapai 8.384 orang, sementara saat ini masih ada kekurangan sekitar 5.402 orang. Ini artinya peluang bagi lulusan Fakultas Syariah untuk bergabung di peradilan agama sangat terbuka lebar. Tinggal bagaimana semangat dan konsistensi mahasiswa. Jangan pesimis, jangan menyerah,” tegasnya memberi motivasi.

Arief juga mengajak mahasiswa untuk meluruskan stigma masyarakat terhadap peradilan agama yang kerap dianggap sebagai rumah perceraian. Menurutnya, peradilan agama memiliki peran yang jauh lebih luas.

“Peradilan agama tidak hanya menangani perkara perceraian, tetapi juga perkara-perkara lain yang berkaitan dengan perkawinan, waris, wakaf, ekonomi syariah, dan berbagai persoalan hukum antara umat Islam,” jelasnya.

Selain itu, Arief memaparkan bahwa dunia peradilan kini tengah bertransformasi menuju sistem digital melalui e-Court, di mana seluruh proses mulai dari pendaftaran perkara, mediasi, hingga pemeriksaan saksi kini dapat dilakukan secara elektronik.

Baca juga:  Semangat Utamakan Kepentingan Bangsa, UIN Raden Intan Lampung Peringati Hari Pahlawan 2025

“Perkembangan ini menuntut fakultas hukum dan syariah untuk menyesuaikan kurikulum pembelajaran. Badilag siap membantu penuh dalam proses penyesuaian tersebut. Apalagi kebutuhan hakim di peradilan agama masih sangat tinggi. Ini kesempatan besar bagi mahasiswa Fakultas Syariah untuk berkontribusi,” ungkapnya.

Dalam penutupnya, Arief menyampaikan pesan reflektif kepada para mahasiswa. “Kalau mau bahagia, berprasangka baiklah kepada Allah. Jangan ngopi dengan orang senasib, karena nasib tidak akan berubah kalau tidak diubah dengan usaha sendiri. Ubah hidup dengan kemampuan yang dimiliki. Hidup harus terus bermakna bagi semesta,” ujarnya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Mahasiswa Fakultas Syariah menunjukkan antusiasme tinggi dan berpikir kritis dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hukum dan dunia peradilan.Arief mengapresiasi sikap mahasiswa yang menurutnya menunjukkan kualitas akademik dan kepekaan terhadap persoalan hukum kontemporer. Ia memberikan karya bukunya kepada mahasiswa yang aktif.

“Saya senang melihat mahasiswa UIN Raden Intan Lampung sangat kritis dan tajam dalam melihat persoalan hukum. Ini menunjukkan mereka siap menjadi agen perubahan di bidang hukum Islam,” tutupnya.

Berita Terkait

DKD Lampung Dorong Pemerataan Program Pramuka Penegak Pandega
Apresiasi Alumni terhadap Kepemimpinan Visioner Prof. Wan Jamaluddin di UIN Raden Intan Lampung
Prof. Wan Jamaluddin Masuk Deretan 5 Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Paling Populer di Awal 2026
Lewat Beauty Class, KOPRI PMII Dorong Perempuan Hargai Diri Sendiri
KOPRI PKC PMII Lampung Gelar Tanam Pohon di Way Kambas, Dukung Lampung Timur sebagai Kabupaten Konservasi
Peringati Harlah ke-58, KOPRI Lampung Gandeng Pemerintah Provinsi Berantas Kekerasan Seksual
Komisi X DPR RI: Kampus Harus Bebas dari Perundungan dan Kekerasan
Majelis Jum’at Klasika: Bencana Ekologis, Alam Menghukum atau Sistem yang Gagal?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:53 WIB

Pastikan Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi, Kapolres Lambar Cek Ketersediaan Bahan Pokok

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:50 WIB

Dosen UIN RIL Luncurkan Buku Historia Magistra Vitae

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:49 WIB

LBH Ansor Lampung Desak Polda Usut Tuntas Tambang Emas Ilegal di Waykanan, “Transparan dan Jangan Tebang Pilih”

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:42 WIB

“Desak Indonesia Keluar dari BoP” – PB PMII Kepung Istana Negara dan Kedubes AS Tegaskan Kedaulatan Nasional

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:32 WIB

Perkuat Solidaritas dan Jaga Silaturahmi, DPC Grib Jaya Mesuji Korve Kantor dan Buka Puasa Bersama

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:27 WIB

Diduga Tambang Ilegal Galian 3C di Perumahan Griya Cemerlang 1 Sabah Balau Meresahkan, PMII Desak Bupati Egi Ambil Tindakan

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:09 WIB

Dilantik Menag RI, Prof Wan Jamaluddin Kembali Jabat Rektor UIN Raden Intan Lampung 2026/2030

Senin, 9 Maret 2026 - 14:25 WIB

Jalankan Eksekusi Putusan, Kejari Lamsel Terima Pembayaran Denda Kasus Pemalsuan Ijazah Oknum Anggota DPRD

Berita Terbaru

BERITA

Dosen UIN RIL Luncurkan Buku Historia Magistra Vitae

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:50 WIB